Latest Article

Khotbah

The Great Commission or The Great Ommision (Amanat Agung atau Kelalaian terbesar) Matius 28:11-20

Selaku gereja, kita hidup dalam dunia. Bagaimanakah kita menyikapi dunia? Bagaimanakah relasi antara kita sebagai gereja dengan dunia? Apakah dunia yang membutuhkan gereja, ataukah gereja yang membutuhkan dunia? Sesungguhnya gereja yang membutuhkan dunia, karena itu setiap gereja terus-menerus menempatkan panggilannya dalam memahami kebutuhan dan permasalahan dunia. Dengan spiritualitas yang demikian gereja terpanggil melaksanakan perintah Tuhan Yesus yaitu: “Karena itu pergilah, ... Read More »

Ambil Bagian dalam Karya Keselamatan Kristus (Ayb. 1:1, 2:1-10; Mzm. 26; Ibr. 1:1-4, 2:5-12; Mark. 10:2-16)

Setiap Minggu pertama bulan Oktober, gereja-gereja di Indonesia merayakan Perjamuan Tuhan se-Dunia dan hari Pekabaran Injil di Indonesia. Melalui Perjamuan Tuhan se-Dunia kita merayakan panggilan sebagai gereja yang Am (universal), dan hari Pekabaran Injil di Indonesia untuk mengingatkan kita melaksanakan pemberitaan Injil dalam berbagai aspek kehidupan. Gereja yang Am adalah gereja yang melaksanakan pemberitaan Injil di wilayah lokalnya masing-masing. Di samping ... Read More »

Injil Kerajaan Allah (Kisah Para Rasul 14:21-28)

Setiap orang mengharapkan mendapat kabar baik. Berita tentang kelahiran seorang anak, kesembuhan dari penyakit, lulus studi, pernikahan, selamat dari maut, dan sebagainya merupakan kabar baik yang mendatangkan sukacita. Injil adalah kabar baik. Secara harafiah, kata “Injil” berasal dari kata euaggelion (eu = baik, aggelion= kabar). Dalam hal ini Injil sebagai kabar baik dari Allah, sebab Allah sendiri yang mendatangkan keselamatan ... Read More »

Diperbarui oleh Firman yang Berkuasa (Ul. 18:15-20; Mzm. 111; 1Kor. 8:1-13; Mark. 1:21-28)

Takjub adalah ungkapan perasaan terhadap sesuatu yang memesona (mengherankan) dan mengesankan. Demikianlah sikap umat Israel di Sinagoge Kapernaum terhadap pengajaran Yesus, “mereka takjub mendengar pengajaran-Nya” (Mark. 1:22). Sebab pengajaran Yesus penuh kuasa dan tidak seperti ahli-ahli Taurat. Namun sikap terpesona dan terkesan tidak otomatis membawa suatu perubahan hidup. Mereka hanya mampu melihat perbandingan antara pengajaran Yesus yang penuh kuasa dengan ... Read More »

Dia Sungguh Bangkit (Yes. 65:17-25; Mzm. 118:1-2, 13-23; 1 Kor. 15:19-26; Luk. 24:1-12)

Renungan Paskah Sebagai orang percaya makna kebangkitan Kristus seharusnya dipahami sebagai karya Allah yang membangkitkan Kristus dari kuasa maut. Melalui kebangkitan Kristus, Allah telah menyatakan kemuliaan dan kuasa-Nya kepada umat manusia. Melalui peristiwa kebangkitan Kristus, Allah menyatakan karya kreatif-Nya dalam sejarah kehidupan umat manusia. Yesaya 65:17 mempersaksikan, “Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru, dan bumi yang baru; hal-hal yang ... Read More »

Akulah Air Hidup (Keluaran 17:1-7; Mazmur 95; Roma 5:1-11; Yohanes 4:5-26, 39-42)

Minggu Prapaskah III Konteks Yohanes 4 dan Keluaran 17 memiliki persamaan. Di Yohanes 4 mengisahkan perempuan Samaria yang haus, sehingga ia meminta air dari Yesus supaya tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sumur itu untuk menimba air (Yoh. 4:15). Di Keluaran 17 umat Israel kehausan saat berkemah di Rafidim, sehingga mereka bersungut-sungut kepada Musa (Kel. 17:3). Rasa haus ... Read More »

Percaya dan Hidup Baru (Kejadian 12:1-4a; Mazmur 121; Roma 4:1-5, 13-17; Yohanes 3:1-17)

Minggu Prapaskah 2 Arti “percaya” (iman) berasal dari kata aman (dari bahasa Ibrani), dan kata aman tersebut berasal dari kata emunah yang artinya: teguh dalam bersikap. Jadi sikap iman kepada Allah adalah sikap berpegang teguh kepada-Nya yang dinyatakan dalam tindakan. Sikap iman tersebut yang terlihat dalam tindakan Abram yang berpegang teguh kepada firman Allah sehingga ia berani meninggalkan zona amannya. ... Read More »

Siapa Mencintai Nyawanya akan Kehilangan Nyawanya (Yer. 31:31-34; Mzm. 51:3-14; Ibr. 5:5-10; Yoh. 12:20-33)

Minggu Prapaskah V Ucapan Tuhan Yesus ini sering kita dengar, yaitu: “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal” (Yoh. 12:25). Terlalu sering kita dengar kata-kata tersebut sampai kita tidak lagi memahami maknanya. Ucapan Yesus ini mengandung makna yang begitu dalam, dan disampaikan dalam bentuk yang ... Read More »

Pemberian Cinta (Yesaya 43:16-21; Mazmur 126; Filipi 3:4-14; Yohanes 12:1-8)

Renungan Minggu Prapaskah V Berita di Yahoo News tanggal 6 Maret 2013 mengisahkan seorang ayah membeku hingga meninggal karena melindungi putrinya yang berusia sembilan tahun dari badai salju yang melanda Jepang utara. Ayah tersebut bernama Mikio Okada mati membeku karena pakaiannya ia kenakan kepada putrinya bernama Natsune, dan tubuhnya dijadikan pelindung agar Natsune tetap hangat dan mampu bertahan hidup. Pengorbanan ... Read More »

Merayakan Hidup dalam Anugerah Keselamatan-Nya (Bil. 21:4-9; Mzm. 107:1-3, 17-22; Ef. 2:1-10; Yoh. 3:14-21)

Minggu Prapaskah IV Apakah Saudara pernah mengamati gambar ular yang melingkari sebuah mangkuk saat pergi ke Apotek? Mangkuk dengan ular melingkar disebut mangkuk Hygeia dengan ular Epidaurus. Hygeia adalah Putri Aesculapius dan Dewi kesehatan. Bagi orang Yunani, ular dipandang sebagai simbol pengobatan. Sangat menarik di Bilangan 21:4-9 mempersaksikan Allah menyuruh Musa untuk membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. ... Read More »