|
KHOTBAH MINGGU, 19 SEPTEMBER 2010 |
|
|
Khotbah -
Tahun C
|
|
Written by Yohanes B. M.
|
|
Wednesday, 01 September 2010 |
|
Renungan Minggu, 19 September 2010 Tahun C: Minggu Biasa Warna: Hijau BERPERILAKU ADIL DAN JUJUR Am. 8:4-7; Mzm. 113; I Tim. 2:1-7; Luk. 16:1-13 Pengantar
Standard etis-moral iman Kristen mengacu kepada Sepuluh Firman Allah. Standard etis-moral tersebut sangat tepat. Karena melalui Sepuluh Firman tersebut kita dapat bercermin bagaimanakah kita harus mengasihi Allah dan sesama. Itulah hukum kasih yang utama. Namun ternyata melaksanakan Sepuluh Firman Allah tidak menjamin kita untuk melaksanakan kasih secara utuh. |
|
Last Updated ( Wednesday, 01 September 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
KHOTBAH MINGGU, 12 SEPTEMBER 2010 |
|
|
Khotbah -
Tahun C
|
|
Written by Yohanes B. M.
|
|
Wednesday, 18 August 2010 |
|
Renungan Minggu, 12 September 2010 Tahun C: Minggu Biasa Warna: Hijau DOSA DAN PENGAMPUNAN ALLAH YANG BESAR Kel. 32:7-14; Mzm. 51:1-10; I Tim. 1:12-17; Luk. 15:1-10
Pengantar
“To err is human, and to forgive is divine”. Kesalahan adalah watak manusia, dan pengampunan adalah sifat Allah. Ungkapan ini mau menyatakan hakikat hidup manusia yang nyata sebagai mahluk yang sering berbuat kesalahan. Namun juga dalam hidup manusia yang penuh dengan kesalahan tersedia suatu pengharapan, yaitu Allah yang maha rahim. |
|
Last Updated ( Monday, 23 August 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
KHOTBAH MINGGU, 5 SEPTEMBER 2010 |
|
|
Khotbah -
Tahun C
|
|
Written by Yohanes B. M.
|
|
Thursday, 12 August 2010 |
|
Renungan Minggu, 5 September 2010 Tahun C: Minggu Biasa Warna: Hijau MEMILIH KEHIDUPAN Ul. 30:15-20; Mzm. 1; Filemon 1-21; Luk. 14:25-33
Pengantar
Hewan dengan segala jenisnya digerakkan oleh naluri atau instingnya, tetapi manusia digerakkan oleh pilihan etisnya. Naluri menggerakkan hewan kepada arah dan pola tertentu serta bersifat tetap, sehingga pola hidup suatu hewan selalu dapat diprediksi dengan tepat. Tetapi untuk memprediksi sikap seseorang tidaklah mudah. Karena tiap-tiap orang digerakkan oleh kehendak bebasnya sehingga pilihan etisnya dilakukan berdasarkan nilai-nilai tertentu, keyakinan, karakter, dan situasi riel saat itu. |
|
Last Updated ( Thursday, 26 August 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
KHOTBAH MINGGU, 29 AGUSTUS 2010 |
|
|
Khotbah -
Tahun C
|
|
Written by Yohanes B. M.
|
|
Saturday, 07 August 2010 |
|
Renungan Minggu, 29 Agustus 2010 Tahun C: Minggu Biasa Warna: Hijau RENDAHKAN HATI, PEDULIKAN SESAMA Ams. 25:6-7; Mzm. 112; Ibr. 13:1-8, 15-16; Luk. 14:1, 7-14
Pengantar
“Jangan berlagak di hadapan raja, atau berdiri di tempat para pembesar”, demikian ungkapan kitab Amsal 25:6. Nasihat tersebut mungkin kita anggap terlalu hiperbolis atau berlebihan. Masakan kita selaku rakyat biasa mau berlagak di hadapan raja. Faktualnya kita akan cenderung “menunduk-nunduk” hormat di hadapan raja, dan kalau perlu beberapa orang akan berupaya untuk menjilat untuk suatu kepentingan tertentu. |
|
Last Updated ( Saturday, 07 August 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
KHOTBAH MINGGU, 22 AGUSTUS 2010 |
|
|
Khotbah -
Tahun C
|
|
Written by Yohanes B. M.
|
|
Friday, 30 July 2010 |
|
Renungan Minggu, 22 Agustus 2010 Tahun C: Minggu Biasa Warna: Hijau (Merah: untuk HUT GKI) BERSANDAR KEPADA YANG TIDAK TERGONCANGKAN Yes. 58:9b-14; Mzm. 103:1-8; Ibr. 12:18-29; Luk. 13:10-17 Pengantar Makna pijakan yang kokoh agar tidak mudah tergoncangkan sebenarnya telah menjadi filosofi dalam sejarah kehidupan manusia. Karena itu filosofi tersebut setua usia manusia seturut dengan proses kesadaran manusia melalui berbagai pengalaman yang pernah terjadi. Berdasarkan pengalaman itu manusia belajar bagaimana harus membangun rumah di atas pondasi yang kokoh agar tidak mudah tergoncangkan oleh angin dan badai.
|
|
Last Updated ( Saturday, 31 July 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
KHOTBAH MINGGU, 15 AGUSTUS 2010 |
|
|
Khotbah -
Tahun C
|
|
Written by Yohanes B. M.
|
|
Monday, 26 July 2010 |
|
Renungan Minggu, 15 Agustus 2010 Tahun C: Minggu Biasa Warna: Hijau KRISTUS DATANG MEMBAWA DAMAI ATAU KRISIS? Yer. 23:23-29; Mzm. 82; Ibr. 11:29 – 12:2; Luk. 12:49-56 Pengantar Potret Yesus sebagai Tuhan yang membawa damai bukanlah sesuatu yang asing untuk dibahas dan dihayati dalam kehidupan umat percaya dan relasinya dengan masyarakat. Apalagi dunia masa kini mengharapkan suatu keadaan damai setelah mereka menyadari bahwa agama-agama sering menghadirkan kekerasan dalam berbagai bentuk. Untuk merespon kebutuhan akan damai dalam kehidupan bersama itulah, potret Yesus selaku Juru-damai menjadi suatu acuan utama umat Kristen. |
|
Last Updated ( Tuesday, 17 August 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 7 of 9 |