HOME arrow Refleksi Iman arrow Refleksi Iman 2011 arrow Hati Yang Baru dan Roh Yang Baru (23 Maret 2011)
Hati Yang Baru dan Roh Yang Baru (23 Maret 2011) PDF Print E-mail
Written by Yohanes B. M.   
Monday, 21 March 2011

23 Maret 2011

Hati Yang Baru dan Roh Yang Baru
Yeh. 36:22-32; Yoh. 7:53 – 8:11

“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan
menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat” (Yeh. 36:26).

               

                 Kita akan berupaya untuk membersihkan kain baju yang ternoda oleh suatu kotoran atau kena suatu cairan yang menimbulkan fleg. Apalagi bila baju atau pakaian tersebut begitu berharga karena nilai sejarah tertentu, desain atau harganya yang mahal. Untuk membersihkan suatu fleg karena suatu cairan, kita akan mencari zat kimia yang mampu menetralkan agar kain baju kita tersebut pulih kembali

Demikian pula Allah merencanakan suatu pemulihan bagi umatNya yang telah hidup dalam kenajisan. Untuk itu Allah tidak membuang dan mengganti umatNya dengan umat lain yang mungkin secara etis moral lebih baik. Umat Israel yang telah hidup najis tetap dicintai Allah dengan kasihNya yang tidak pernah berubah. Peristiwa pembuangan yang dialami oleh umat Israel ke tengah-tengah bangsa kafir bukan dimaksudkan untuk membuang mereka dari hadapan Allah. Lebih tepat peristiwa pembuangan di Babel bertujuan untuk menyadarkan umat dari dosa-dosa mereka. Selama masa hukuman berlangsung, umat dapat merenungkan seluruh dosanya di hadapan Allah. Namun setelah hukuman, Allah akan menganugerahkan keselamatan kepada umatNya. Demikian pula pada akhir zaman Allah  akan menghimpunkan umatNya kembali ke dalam suatu persekutuan. Di Yeh. 36:24, nabi Yehezkiel menubuatkan karya Allah yang menghimpun dan menyatukan umat yang tersebar di berbagai penjuru dunia, yaitu: “Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu”. Jadi bilamana dahulu Allah memporakporandakan umatNya ke berbagai bangsa karena menajiskan nama Allah, maka pada akhir zaman Allah akan mengumpulkan seluruh umatNya di tanah terjanji. Dengan demikian tindakan Allah yang mengumpulkan umatNya tersebut sebagai suatu karya pentahiran terhadap seluruh kenajisan yang pernah mereka perbuat.

 

                Namun melalui proses penyadaran yang dialami oleh umat Israel selama masa pembuangan, bukan berarti mereka telah mengalami pentahiran. Umat tidak dapat mentahirkan diri sendiri dengan kemampuannya manusiawinya. Pemurnian dan pentahiran dari dosa hanya dapat terjadi karena kasih-karunia Allah. Itu sebabnya di Yeh. 36:25, Allah berfirman: “Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu”. Dalam ayat ini jelas Allah bertindak sebagai subyek yang berinisiatif untuk mencurahkan air jernih yang fungsinya untuk mentahirkan dosa-dosa umat. Inisiatif Allah tersebut terjadi karena hanya Allah saja yang memiliki air jernih yang mampu membersihkan umat dari seluruh kenajisannya. Umat berperan sebagai penyambut dan penerima  air jernih Allah. Dengan demikian air jernih yang digunakan dalam nubuat nabi Yehezkiel berfungsi sebagai simbolisasi pengampunan dan pengudusan Allah. Simbolisasi yang digunakan nabi Yehezkiel tersebut mengingatkan kita kepada makna sakramen baptisan. Melalui sakramen baptisan, umat yang semula terbelenggu oleh kenajisannya ditahirkan oleh rahmat Allah di dalam karya penebusan Kristus. Hasil dari tindakan Allah yang mentahirkan dengan rahmatNya akan menghasilkan kehidupan yang diperbarui, sebab Allah mengaruniakan hati yang baru dan roh yang baru. Sebab hati dipahami oleh umat Israel sebagai pusat atau inti dari kepribadian manusia. Hati berfungsi sebagai tempat roh manusia berdiam. Karena itu apabila hati dan roh umat diperbarui oleh Allah, maka umat akan mengalami kelahiran baru. Umat akan memancarkan karya Allah yang memulihkan, sehingga mereka tidak lagi mengeraskan hati. Tanda dari pentahiran adalah hati yang taat.

 

                Di Yoh. 8:3 menyaksikan bagaimana ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada Tuhan Yesus seorang perempuan yang kedapatan sedang berbuat zinah. Sebenarnya mereka semua telah tahu bahwa menurut hukum Taurat, seseorang yang berzinah akan dihukum rajam. Tetapi  karena ahli-hali Taurat dan orang-orang Farisi bertujuan untuk mencobai Tuhan Yesus, maka mereka mengajukan pertanyaan: “Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" (Yoh. 8:5). Mereka bertujuan menjebak Tuhan Yesus dengan hukum Musa, apakah Tuhan Yesus dalam menyelesaikan kasus tersebut mampu bersikap konsisten dan taat kepada hukum Taurat ataukah tidak. Dalam hal ini makna hati yang baru dan roh yang baru sering dipahami sebagai suatu ketaatan yang legalistis. Tindakan mentaati firman Allah dengan cermat sangatlah mulia, tetapi motif hati yang mendasari suatu ketaatan lebih penting. Apabila motif hati ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi tersebut bertujuan menjebak Tuhan Yesus  untuk mengukur ketaatanNya kepada firman Allah, maka jelas tindakan mereka bukan didasari oleh hati dan roh yang telah diperbarui. Karena hati dan roh yang telah diperbarui akan memperlihatkan kemurnian hati dari segala sifat yang licik. Mereka akan ditahirkan dari hati yang najis, sehingga tidak lagi memiliki motif yang jahat dan ingin mencelakakan orang lain. Ketaatan yang lahir dari hati dan roh yang baru senantiasa bersifat membebaskan, sehingga tidak mengukur kebenaran Allah hanya dari arti yang harafiah atau legalistis.

 

                 Kebenaran yang lahir dari hati dan roh yang baru justru seharusnya dimulai dari hati yang remuk. Mereka sungguh-sungguh menyesal atas seluruh perbuatan yang pernah dilakukan. Karena itu umat akan mengalami keselamatan Allah dengan hati dan roh yang baru, yaitu saat mereka merasa mual dengan semua kesalahan dan dosanya. Di Yeh. 36:31 menyaksikan:  “Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuata yang keji”. Umat yang mengalami hati dan roh yang baru tidak lagi memiliki suatu alasan untuk membenarkan dirinya. Namun yang terjadi di Yoh. 8, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi merasa dirinya benar dan lebih baik dari pada wanita yang kedapatan berbuat zinah itu. Itu sebabnya Tuhan Yesus memberi jawaban atas desakan mereka dengan berkata: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu" (Yoh. 8:7). Tuhan Yesus mempersilahkan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi untuk melakukan hukum rajam kepada wanita itu dengan persyaratan mereka yang merasa dirinya tidak berdosa. Mendengar perkataan Tuhan Yesus tersebut seorang demi  seorang dari antara mereka segera meninggalkan Tuhan Yesus dan wanita itu mulai dari yang tertua sampai yang termuda. Kepada wanita yang kedapatan berbuat zinah, Tuhan Yesus kemudian berkata: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang". Pengampunan Kristus tersebut akan memampukan wanita tersebut mengalami kasih-karunia Allah  yaitu hati dan roh yang baru.  

  

Doa:

Bapa, ampunilah kami jikalau kami sering mengeraskan hati untuk menyesal dan bertobat.
Itu sebabnya hati dan roh kami tidak pernah berubah menjadi hati dan roh yang baru.
Kini dengan anugerahMu, curahkanlah hati dan roh yang baru sehingga mentahirkan kami
dari seluruh kenajisan dan dosa-dosa kami. Dengan demikian kami tidak lagi tergoda

untuk menjebak dan menghakimi sesama yang lemah. Amin.

Last Updated ( Monday, 21 March 2011 )
 
< Prev   Next >
Google
 

Statistics

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2807
mod_vvisit_counterYesterday3421
mod_vvisit_counterThis week6229
mod_vvisit_counterThis month88804
mod_vvisit_counterAll2659561

Login Form

Weblinks

Yohanes B.M.   (2588 hits)
Firman Hidup 50   (2480 hits)
Firman Hidup 55   (2450 hits)
Cyber GKI   (2235 hits)
The Meaning of Worship   (2086 hits)
TextWeek   (1944 hits)
Contact YBM   (1891 hits)
More...

Weblinks

Advertisement

www.YohanesBM.com
:: Yohanes B.M Berteologi ::