HOME arrow LITURGI arrow Pola Dan Fungsi Liturgi arrow PEMIMPIN LITURGI GKI
PEMIMPIN LITURGI GKI PDF Print E-mail
Written by Yohanes B. M.   
Wednesday, 12 December 2007
Dalam liturgi GKI yang baru disahkan dan digunakan mulai Minggu Advent I tanggal 3 Desember 2006 yang lalu, terdapat satu istilah khusus untuk pelaksana ibadah yaitu dengan sebutan Pemimpin Liturgi. Dari pengertian secara etimologis,pengertian liturgi menunjukan kepada ibadah atau kebaktian. Karena itu pengertian dan peran Pemimpin Liturgi atau juga sering disebut dengan “liturgos” pada prinsipnya menunjuk pada orang-orang yang secara khusus dipercaya dan memiliki wewenang gerejawi untuk menjadi Pemimpin Kebaktian. Dalam tradisi dan teologia GKI, pemimpin kebaktian atau pemimpin liturgi dilaksanakan oleh mereka yang berjabatan secara gerejawi., yaitu mereka yang berjabatan sebagai Pendeta atau Penatua. Itu sebabnya dalam Tata Laksana GKI pasal 19 dinyatakan: “Majelis Jemaat adalah penanggungjawab atas seluruh kebaktian yang diselenggarakan dalam jemaatnya”. Makna tanggungjawab sebagai Majelis Jemaat dalam Tata Gereja GKI bukan hanya dalam pengertian bahwa mereka hanya menjadi pendamping dalam pelaksanaan suatu kebaktian, tetapi juga para Penatua dan Pendeta berperan sebagai pelaksana secara langsung jalannya suatu kebaktian menurut kebenaran firman Tuhan dan Tata Gereja GKI.

Sehingga tidak mengherankan pelaksanaan kebaktian di GKI agak berbeda dengan gereja-gereja yang tidak seazas. Pemimpin kebaktian di jemaat GKI tidak pernah bertindak sebagai MC (master of ceremony). Peran sebagai pemandu pujian (song leader) tidak pernah ditempatkan di depan mimbar, tetapi di samping agar tidak terlalu menonjol. Ini berarti kebaktian atau liturgi bukanlah sekedar suatu acara seremonial belaka. Selain itu kita juga dapat melihat pelaksanaan dan tradisi untuk melaksanakan kebaktian-kebaktian khusus seperti Advent, Malam Natal, Natal, Tahun Baru, Pra-Paskah, Paskah, Pentakosta dan Kenaikan Tuhan pengaturan Pemimpin Liturgi dilakukan sepenuhnya oleh seorang Pendeta Jemaat/Pendeta Konsulen. Dilakukan oleh Pendeta Konsulen, jikalau di jemaat tersebut belum memiliki seorang Pendeta. Karena itu umumnya dalam kebaktian-kebaktian tersebut di atas yang menjadi pemimpin Liturgi bukanlah seorang Penatua walau mereka memiliki jabatan gerejawi (termasuk Penatua khusus yang akan diproses ke arah kependetaan !). Tetapi kebaktian-kebaktian tersebut dipimpin oleh seseorang yang berjabatan Pendeta. Apabila memiliki lebih dari satu orang Pendeta, sangatlah indah jika 2 atau 3 orang Pendeta Jemaat dapat melayani bersama dalam acara yang sangat khusus seperti kebaktian Malam Natal atau Kebaktian Natal. Jikalau di jemaat tersebut hanya memiliki 1 orang Pendeta, tidak perlu dipaksakan seorang Pemimpin Liturgi lain. Seluruh kebaktian tersebut cukup dilaksanakan oleh seorang Pendeta yang melayani. Demikian pula untuk kebaktian khusus seperti kebaktian sakramen Perjamuan Kudus dan sakramen Baptis-sidi, cukup dilakukan seluruhnya oleh seorang atau lebih yang berjabatan Pendeta. Sebab Pendeta Jemaat yang melaksanakan kebaktian, pada prinsipnya adalah Pemimpin LIturgi. Jadi penambahan petugas lain sebagai Pemimpin Liturgi harus memiliki alasan yang cukup kuat, yaitu mengapa dalam kebaktian tersebut harus ditambahkan Pemimpin Liturgi lain.
Pada sisi lain, Liturgi GKI yang baru juga membuka kesempatan anggota jemaat untuk berperan serta. Namun peran serta (partisipasi) anggota jemaat tersebut sangatlah terbatas. Pengertian terbatas di sini, bukan berarti peran yang tidak penting. Dalam pengertian anggota jemaat dapat diminta untuk ambil bagian dalam Liturgi, tetapi mereka bukan bertindak sebagai Pemimpin LIturgi. Karena itu anggota jemaat yang ambil bagian dalam liturgi tidak dapat diberi peran untuk mengucapkan “Votum, Salam, Kata Pembuka, Doa Pengakuan Dosa, Berita Anugerah, Pengutusan dan Berkat”. Semua unsur-unsur liturgi tersebut mencerminkan makna tanggungjawab teologis dan tanggungjawab formal gerejawi yang umumnya hanya disandang oleh mereka yang berjabatan gerejawi seperti Pendeta dan Penatua khusus yang diproses ke arah kependetaan. Jadi dalam Liturgi GKI yang baru anggota jemaat dapat ambil bagian dalam liturgi, misal mereka diminta sebagai pemandu pujian, kolektan, pembaca salah satu bagian Alkitab, atau dalam acara kebaktian khusus bersama dengan anggota jemaat yang lain dia dapat diminta untuk menaikkan salah satu pokok doa syafaat. Bukankah peran anggota jemaat dalam bagian atau unsur-unsur liturgi ini juga sangat penting dan mulia?
Dalam penjemaatan Liturgi GKI yang lalu di lingkup sinode wilayah dan klasis, hal peran anggota jemaat dalam unsur-unsur liturgi telah dibahas. Peran anggota jemaat dalam liturgi GKI pada prinsipnya harus sesuai talenta, panggilan, dan wewenangnya. Karena itu peran dan tugas-tugas anggota jemaat dalam Liturgi GKI diuraikan yaitu sebagai: pemandu pujian, kolektan, para pembaca Alkitab dan ambil bagian dalam menaikkan pokok-pokok doa Syafaat. Jadi dalam penjemaatan Liturgi GKI tidak pernah dinyatakan bahwa anggota jemaat memiliki peran sebagai Pemimpin Liturgi. Bahkan dalam buku Liturgi GKI pada bagian Pedoman Pemakaian Umum di halaman 156 menegaskan bahwa yang dapat memimpin pelayanan Pengakuan Iman Rasuli dan pelayanan Persembahan hanyalah seseorang yang telah berjabatan Penatua. Sehingga tidaklah benar secara teologis, ekklesiologis dan Tata Gereja, seseorang yang belum berjabatan gerejawi memimpin unsur-unsur liturgis tersebut di atas.
Demikian pula penerapan Liturgi GKI yang baru dalam pelaksanaan kebaktian di GKI Perniagaan khususnya setiap bulan September yang disepakati sebagai Bulan Pekabaran Injil. Seluruh Pemimpin Liturgi haruslah dilaksanakan oleh mereka yang berjabatan Pendeta dan Penatua, bukan dilakukan oleh anggota jemaat! Namun anggota jemaat tersebut dapat diikutsertakan secara aktif dalam salah satu unsur liturgi, seperti tugas sebagai Pembaca Alkitab, pemandu Pujian, dan untuk menaikkan doa syafaat. Tetapi apabila Pengkhotbah bukan dari GKI, tetapi dia masih berasal dari gereja yang seajaran, sebaiknya disediakan Pemimpin Liturgi yang berjabatan Penatua Khusus atau Penatua.
Pembahasan tersebut di atas tentunya tidak ditujukan untuk pelaksanaan kebaktian di Komisi Anak, Komisi Remaja dan Komisi Pemuda, atau kebaktian Lansia. Namun pelaksanaan kebaktian yang sifatnya kategorial tersebut tetap perlu memperhatikan azas-azas Tata Gereja GKI yang berlaku. Kita dapat memahami bahwa setiap kebaktian kategorial harus memiliki bentuk yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan dari para anggota jemaatnya. Kebutuhan dan harapan-harapan dari anggota jemaat dalam kebaktian kategorial tersebut perlu dicermati dan dipenuhi kebutuhan mereka dengan baik. Pada sisi lain, kita juga sepakat agar identitas dan azas-azas liturgi atau kebaktian sebagai jemaat GKI perlu senantiasa dijaga dan dihormati.
Agar pengaturan Pemimpin Liturgi dapat mencapai harapan, maka sebaiknya pembahasan dan pemahaman ”job-description” dari Pemimpin Liturgi dibicarakan terlebih dahulu oleh para Pengerja GKI Perniagaan. Dengan pola kerja dan komunikasi yang demikian, akan lebih mudah dilaksanakan koordinasi untuk mempersiapkan pelaksanaan suatu kebaktian.
Seluruh tugas pelayanan seorang Pendeta atau Penatua dalam memimpin Liturgi dan anggota jemaat yang ambil bagian/berperan dalam liturgi, pada hakikatnya hanyalah untuk mempermuliakan nama Tuhan kita Yesus Kristus. Tidak lebih dari itu! Karena itu marilah kita mengatur dan mempersiapkan seluruh kebaktian kita dengan lebih sungguh-sungguh. Kita juga perlu perlu mengkomunikasikan secara personal, dan pembagian tugas secara lebih mendetail kepada para petugas yang memiliki wewenang untuk menjadi Pemimpin Liturgi. Tuhan memberkati pelayanan kita bersama.

 
< Prev   Next >
Google
 

Statistics

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday3059
mod_vvisit_counterYesterday4860
mod_vvisit_counterThis week12728
mod_vvisit_counterThis month76616
mod_vvisit_counterAll2513342

Login Form

Weblinks

Yohanes B.M.   (2567 hits)
Firman Hidup 50   (2456 hits)
Firman Hidup 55   (2423 hits)
Cyber GKI   (2214 hits)
The Meaning of Worship   (2027 hits)
TextWeek   (1934 hits)
Contact YBM   (1880 hits)
More...

Weblinks

Advertisement

www.YohanesBM.com
:: Yohanes B.M Berteologi ::