HOME arrow PENGAJARAN arrow Dogma arrow ROH KUDUS
ROH KUDUS PDF Print E-mail
Written by Yohanes B. M.   
Wednesday, 12 December 2007

 Karya Roh Allah bukan hanya dimulai pada saat peristiwa Pentakosta dengan turunnya Roh Kudus kepada para murid Tuhan Yesus. Tetapi sesungguhnya karya Roh Allah telah disaksikan sejak awal dunia dan alam semesta dijadikan. Di Kej. 1:2 disaksikan: “Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air”. Dalam Kej. 1:2 istilah yang digunakan untuk menyebut “roh” diterjemahkan dari kata “ruakh” yang menunjuk pada daya kuasa Roh Allah yang bertindak dinamis untuk mengubah keadaan bumi yang belum berbentuk dan kosong.

Selain itu juga Roh Allah tidak hanya dimengerti bekerja di dalam alam semesta, tetapi juga dinyatakan Dia hadir dalam kehidupan umat manusia khususnya umat percaya. Bukti kehadiran Allah di tengah-tengah manusia, dan penolakan untuk hadir karena kehidupan manusia berada dalam kuasa dosa terlihat di Kej. 6:3, yang berkata: “Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja". Dalam pengertian teologis ini, Roh Allah tidak akan mau berdiam di tengah-tengah “kegelapan” dosa. Itu sebabnya di Mzm. 51:13, pemazmur berkata: “Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Jadi Allah dengan RohNya aktif bekerja dalam dunia milikNya, tetapi serentak Dia juga terpisah dari dunia ciptaanNya. Iman alkitabiah tidak menyamakan alam dengan diri Allah. Tetapi Alkitab juga menegaskan bahwa Allah adalah pencipta, pemelihara dan penyelamat dunia ciptaanNya.

Pemahaman Roh Allah sebagai pemberi karunia-karunia terlihat dari Kel. 31:2-3 yang disaksikan: “Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan”. Lihat juga Kel. 35:3035 yang menyatakan bagaimana Roh Allah yang memampukan orang-orang pilihanNya dengan kemampuan, karunia dan kepandaian. Sehingga tidak mengherankan jikalau kemudian di I Kor. 12, 14 rasul Paulus menyatakan berbagai karunia Roh yang diberikan Allah kepada umatNya. Di I Kor. 12:4-6, rasul Paulus berkata: “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Karunia-karunia Roh yang dimaksudkan oleh rasul Paulus adalah:
• Karunia untuk berkata-kata dengan hikmat
• Karunia berkata-kata dengan pengetahuan
• Karunia iman
• Karunia untuk menyembuhkan
• Karunia untuk mengadakan mukjizat
• Karunia untuk bernubuat
• Karunia untuk membedakan bermacam-macam roh
• Karunia bahasa roh
• Karunia untuk menafsirkan bahasa roh

Seluruh karunia-karunia Roh tersebut pada hakikatnya adalah untuk membangun kehidupan jemaat. Di Kor. 14:12 rasul Paulus memberi nasihat, yaitu: “Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat. Dengan perkataan lain karunia-karunia Roh yang tidak dipakai untuk kepentingan untuk membangun jemaat, tetapi sebaliknya merusak atau memecah-belah kehidupan persekutuan jemaat telah melawan kehendak Allah. Itu sebabnya karunia Roh yang paling utama adalah karunia kasih. Di I Kor. 13:13, rasul Paulus berkata: “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih”. Juga di I Kor. 14:1 rasul Paulus menegaskan: “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat”.

Karya Roh Kudus juga memberikan kepada umat pilihanNya kemampuan untuk memimpin, sehingga mereka dapat menjadi seorang pemimpin yang efektif, berwibawa, penuh hikmat, mampu mengelola dan melaksanakan tugas kepemimpinannya dengan baik. Itu sebabnya Saul dapat menjadi raja karena dia dikuasai oleh Roh Allah (I Sam. 11:6). Tetapi ketika Roh Allah meninggalkan Saul, maka dia gagal untuk melaksanakan peran dan fungsinya sebagai seorang raja bagi umat Israel. Bahkan karena Roh Allah telah meninggalkan dia, maka Saul kemudian kerasukan “roh jahat” yang dari Allah (I Sam. 18:6).

Kemudian karya Roh Allah dinyatakan dalam pengilhaman firman Allah. Nabi Yehezkiel sadar bahwa dia mengemban tugas sebagai seorang nabi karena Roh Allah telah masuk di dalam dirinya dan menegakkan dia (Yeh. 2:2). Nabi Mikha juga dapat melaksanakan tugas kenabiannya karena dia sadar ditopang dengan kekuatan Roh Allah, yaitu: “Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan dengan Roh Tuhan, dengan keadilan dan keperkasaan” (Mik. 3:8). Sehingga di dalam Perjanjian Lama, telah terdapat hubungan yang sangat erat antara Firman dengan Roh Allah. Itu sebabnya di Hos. 9:7 disebutkan bahwa seorang nabi adalah “orang yang penuh dengan Roh”. Dalam kesaksian di Perjanjian Baru, kita dapat melihat pengilhaman kitab suci juga terjadi karena pekerjaan Roh. Di II Tim. 3:16, yang berkata: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”. Lihat juga I Petr. 1:21.

Karya Roh secara menyeluruh dinyatakan dalam peristiwa inkarnasi Kristus. Roh Allah yang menaungi perawan Maria, sehingga dia dapat melahirkan Kristus (Luk. 1:35), Roh Allah yang berkuasa atas Simeon sehingga dia dapat mengucapkan nubuat atas bayi Yesus (Luk. 2:25), Roh Allah yang hadir dalam peristiwa baptisan Tuhan Yesus di sungai Yordan (Mat. 3:16-17), Roh Allah yang memimpin Tuhan Yesus ke padang gurun untuk menghadapi pencobaan Iblis (Mat. 4:1), Roh Allah yang hadir dalam tindakan Yesus mengusir setan-setan (Mat. 12:28), Roh Allah dalam pengajaran Yesus sehingga Dia mengajar dengan penuh kuasa (Mat. 7:28-29), janji Yesus akan Roh Allah yaitu sebagai Penghibur (Yoh. 16:7) dan sebagai Roh Kebenaran (Yoh. 16:13).


Dari uraian tersebut di atas,kita dapat melihat bahwa karya Roh Allah tidak pernah terpisah dari karya Allah dan Kristus. Sebab karya Roh Allah pada hakikatnya juga untuk mempermuliakan Kristus. Di Yoh. 16:14, Tuhan Yesus berkata: “Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku”. Karya Roh Allah nyata dalam karya penciptaan Allah, dalam seluruh sejarah keselamatan Allah, dan juga karya pembaharuan yang dinyatakan dalam peristiwa Pentakosta. Jadi Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah wujud diri Allah yang satu, yang masing-masing memiliki kedirianNya sendiri tetapi serentak pada saat yang sama melaksanakan satu tugas dan karya yang sama.
Last Updated ( Thursday, 13 December 2007 )
 
< Prev   Next >
Google
 

Statistics

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday426
mod_vvisit_counterYesterday3159
mod_vvisit_counterThis week6974
mod_vvisit_counterThis month90883
mod_vvisit_counterAll2892827

Login Form

Weblinks

Yohanes B.M.   (2632 hits)
Firman Hidup 50   (2528 hits)
Firman Hidup 55   (2498 hits)
Cyber GKI   (2272 hits)
The Meaning of Worship   (2174 hits)
TextWeek   (1966 hits)
Contact YBM   (1926 hits)
More...

Weblinks

Advertisement

www.YohanesBM.com
:: Yohanes B.M Berteologi ::