|
KHOTBAH MINGGU, 21 FEBRUARI 2010 |
|
|
Khotbah -
Tahun C
|
|
Written by Yohanes B. M.
|
|
Wednesday, 03 February 2010 |
|
Renungan Minggu, 21 Februari 2010 Tahun C: Pra-Paska I Warna: Ungu MEMBANGUN IMAN, MENJALANKAN PELAYANAN Ul. 26:1-11; Mzm. 91:1-2, 9-16; Rom. 10:8-13; Luk. 4:1-13 Pengantar Pada satu sisi kitab Injil menyaksikan peristiwa pelantikan Yesus selaku Anak Allah saat Dia dibaptis di sungai Yordan. Tetapi pada sisi lain kitab Injil juga menyaksikan bagaimana Yesus selaku Anak Allah tidak memperoleh dispensasi untuk bebas dari pencobaan. Timbul pertanyaan, apabila Yesus adalah Anak Allah, mengapa Dia harus mengalami pencobaan dari Iblis? |
|
Last Updated ( Wednesday, 03 February 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
KHOTBAH RABU ABU, 17 FEBRUARI 2010 |
|
|
Khotbah -
Tahun C
|
|
Written by Yohanes B. M.
|
|
Friday, 29 January 2010 |
|
Renungan Rabu, 17 Februari 2010 TahunC: Rabu Abu Warna: Ungu PERTOBATAN DARI HATI KE PERILAKU Yl. 2:1-2, 12-17; Mzm. 51:1-17; II Kor. 5:20 – 6:10; Mat. 6:1-6, 16-21 Pengantar
Secara umum sikap pertobatan dipahami sebagai sikap yang jera untuk berbuat dosa. Sebab sikap yang jera untuk berbuat dosa berarti dia bersedia menghentikan berbagai kebiasaan buruk khususnya tindakan yang melanggar firman Tuhan. Problem yang dihadapi oleh banyak orang adalah umumnya mereka tahu bahwa berbuat dosa merupakan hal yang jahat di mata Tuhan, namun mereka juga tidak tahu bagaimana dapat jera untuk tidak berbuat dosa lagi. Itu sebabnya agar seseorang dapat bertobat, maka agama-agama pada umumnya menciptakan efek jera. |
|
Last Updated ( Friday, 29 January 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
KHOTBAH MINGGU, 14 FEBRUARI 2010 |
|
|
Khotbah -
Tahun C
|
|
Written by Yohanes B. M.
|
|
Friday, 22 January 2010 |
|
Renungan Minggu, 14 Februari 2010 Tahun C: Transfigurasi Warna: Putih CAHAYA KEMULIAAN TUHAN DI TENGAH PENDERITAAN Kel. 34:29-35; Mzm. 99; II Kor. 3:12 – 4:12; Luk. 9:28-43 Pengantar
Salah satu pertanyaan teologis yang sering dikemukakan adalah: apakah kemuliaan Yesus Kristus sebagai suatu yang telah ada sejak kekal ataukah kemuliaan yang dianugerahkan Allah karena ketaatan, kesalehan dan kesucian yang berhasil dicapai oleh Yesus. Pemahaman teologis yang mengajarkan bahwa kemuliaan Kristus telah ada sejak kekal karena roh Kristus telah pra-eksisten sebelum Dia menjadi manusia. Sehingga Kristus sejak kekal telah mulia sebab sehakikat dengan Allah. Sedangkan pemahaman teologis yang menyatakan bahwa kemuliaan Kristus terjadi karena hasil ketaatan, kesalehan dan kesucianNya pada hakikatnya menolak pra-eksistensi Kristus. |
|
Last Updated ( Friday, 22 January 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
KHOTBAH MINGGU, 7 FEBRUARI 2010 |
|
|
Khotbah -
Tahun C
|
|
Written by Yohanes B. M.
|
|
Sunday, 17 January 2010 |
|
Renungan Minggu, 7 Februari 2010 Tahun C: Epifani V Warna: Hijau MELEPAS MASA LALU, HIDUP SECARA BARU Yes. 6:1-13; Mzm. 138; I Kor. 15:1-11; Luk. 5:1-11 Pengantar Kehidupan kita sekarang pada hakikatnya merupakan produk dari kehidupan masa lalu. Melalui setiap masa lalu yang telah kita lewati, kita telah dibentuk untuk menjadi seorang pribadi. Sehingga apapun masa lalu kita, seharusnya kita mampu mengucap syukur. Karena tanpa masa lalu tidaklah mungkin kita hidup di masa sekarang. Problem psikologis terjadi saat kita berupaya untuk mengingkari atau menolak masa lalu kita. Sebab saat kita mengingkari masa lalu, kita akan cenderung bersikap marah terhadap hal-hal yang pernah kita alami sampai kita melupakan hal-hal yang positif dan berharga. |
|
Last Updated ( Sunday, 17 January 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
KHOTBAH MINGGU, 31 JANUARI 2010 |
|
|
Khotbah -
Tahun C
|
|
Written by Yohanes B. M.
|
|
Thursday, 14 January 2010 |
|
Renungan Minggu, 31 Januari 2010 Tahun C: Epifani IV Warna: Hijau MENGHAYATI PANGGILAN TUHAN Yer. 1:4-10; Mzm. 71:1-6; I Kor. 13:1-13; Luk.4:21-30 Pengantar
Panggilan Tuhan? Ungkapan tersebut secara spontan membawa kita kepada suatu gambaran religius bahwa Allah telah memanggil seseorang untuk meninggalkan pekerjaan yang semula duniawi menjadi hambaNya dalam suatu tugas khusus. Gambaran tersebut tidaklah salah. Berulangkali dalam perjalanan sejarah Allah memanggil orang-orang yang semula bekerja di suatu bidang yang sekuler untuk menjadi para pelayanNya penuh waktu berkecimpung dalam dunia rohaniah. |
|
Last Updated ( Thursday, 14 January 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
MEMBANGUN KOMUNITAS SEL DI JEMAAT |
|
|
Pengajaran -
Pastoral
|
|
Written by Yohanes B. M.
|
|
Monday, 12 October 2009 |
|
I. Dasar Pemikiran
Pilar kehidupan gereja adalah persekutuan, kesaksian dan pelayanan. Dengan demikian salah satu pilar yang utama dalam kehidupan jemaat adalah persekutuan, yang berasal dari perkataan “koinonia”. Dalam pengertian “koinonia” yang berasal dari kata “koinos” yang berarti “bersama”. Dengan demikian makna dari “koinonia” pada hakikatnya berarti menunjuk kepada keadaan jemaat sebagai rekan (kolegialitas) yang saling berbagi. Untuk lebih jelas dan mendalam, silahkan mendownload file tersebut di sini: |
|
Last Updated ( Friday, 20 November 2009 )
|
|
|