Latest Article

Author Archives: Yohanes Bambang Mulyono

Doa Bapa Kami

Pengantar Doa Bapa Kami yang dalam bahasa Yunani disebut ”he kuriaku proseukhe” (H Kupiaku Πpoσeuχη”). Dalam bahasa Latin “Doa Bapa Kami” disebut dengan “Oratio Dominica”. Dalam bahasa Inggris, disebut dengan sebutan “The Pater Imon”, “Our Father” atau “Pater Noster”. Doa Bapa Kami yang sangat dikenal sebagai doa umat percaya. Kita dapat menjumpai doa Bapa Kami dari 2 versi Injil, yaitu ... Read More »

ALLAH TRINITAS

Pengantar Ajaran Allah yang Trinitaris telah dirumuskan dalam konsili gerejawi di Nicea (325 M) dan Konstantinopel (381 M). Keputusan gerejawi tersebut tercermin dalam Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel, dan Athanasius. Gema dan pengaruh konsili Nicea-Chalcedon tersebut menguat kembali pada permulaan abad XX. Pada permulaan abad XX muncul kembali kebangunan doktrin Trinitas, dan ledakan penyelidikan teologi khususnya dalam relasi di antara agama-agama (Karkkainen ... Read More »

Ajaran Trinitas dalam Gereja Orthodoks

Dogma Keselamatan Gereja Orthodoks menghayati dogma sebagai dasar keselamatan yang menentukan, maka yang menolak akan membawa hukuman. Dogma keselamatan terdiri dari 2 bagian utama, yaitu: Trinitas dan Inkarnasi Firman Allah.  Melalui Kristus, Allah membuat jembatan bagaimana yang ilahi dan manusiawi sehingga keduanya menjadi satu kesatuan. Sebab keberadaan manusia selaku mahluk yang  fana dan berdosa tidaklah mampu untuk menghampiri Allah yang ilahi. Bicara ... Read More »

Hermeneutika Leksionaris Versi RCL

Pengantar Setiap orang pada hakikatnya melakukan penafsiran dalam menanggapi setiap realita dan teks. Manusia senantiasa menafsirkan dan memberi makna terhadap setiap hal yang dialaminya. Tindakan menafsirkan atau mengartikan suatu teks atau realitas[1] disebut dengan “hermeneuse.” Dalam hal ini, Groenen dalam Hermeneuse Alkitabiah menyebut tiga istilah yang memiliki arti yang hampir sama, yaitu: hermeneutika, hermeneutik, dan hermeneuse (Groenen 1977, 10). Ketiga ... Read More »

Inkarnasi Kristus sebagai “Jen” (仁) (Dalam Konteks Pengaruh Filsafat Konfusiusnisme bagi orang Cina Kristen Indonesia)

Abstrak: Inkarnasi Kristus sebagai “Jen” memberi kekuatan bagi orang Cina Kristen Indonesia menghadapi dehumanisasi Pengantar Inkarnasi Kristus menjadi manusia dipersaksikan oleh Yohanes 1:14 pada hakikatnya terjadi dalam konteks kehidupan dan sejarah manusia. Karena itu makna inkarnasi Kristus tersebut juga terjadi dalam kehidupan orang Cina di manapun mereka berada. Inkarnasi Kristus dan karya-Nya menawarkan keselamatan, kekayaan spiritualitas, arti dan tujuan hidup ... Read More »

Imlek “Memaknai Budaya dan Keimanan”

Pendahuluan Perayaan Imlek kini telah menjadi hari libur nasional. Namun ketetapan formal yuridis secara nasional masih menyisakan pertanyaan: “Siapakah yang merayakan Imlek?” Sebab perayaan Imlek sering dikaitkan dengan kepercayaan tradisional dan agama bangsa Cina. Menurut Chris Hartono dalam Orang Tionghoa dan Pekabaran Injil semua orang Tionghoa sampai dengan parohan pertama abad XIX pada dasarnya menganut ajaran Sam Kauw (Tiga Agama) ... Read More »

TAHUN-TAHUN YESUS YANG HILANG: Pernahkah Yesus Berkelana di Tanah Tibet? (Kajian Kritis Terhadap “Injil Tibet”)

Pengantar Kitab Injil pada umumnya menyatakan seluruh waktu kehidupan Yesus dijalani di tanah Israel. Karena itu pada waktu Yesus berumur 13-30 tahun, Ia lebih banyak dibesarkan di kota Nazaret. Dia bertumbuh dan dibesarkan bersama Maria, ibuNya dan Yusuf yang adalah ayah pengasuh-Nya. Karena Yusuf bekerja sebagai tukang kayu, maka seringkali banyak orang menyebut Yesus sebagai anak tukang kayu. Tetapi ternyata ... Read More »