Latest Article

Artikel

Beda Pewahyuan Alkitab dan Quran

Saya masih ingat percakapan dengan seorang teman Muslim beberapa tahun lalu. Dia bertanya, “Mengapa Alkitab ditulis oleh banyak orang berbeda dengan gaya yang berbeda-beda, sementara Quran langsung dari Allah tanpa campur tangan manusia? Bukankah pewahyuan yang benar harus kata demi kata, verbatim dari surga?” Saya yakin bahwa banyak orang Kristen tidak siap menjawabnya dengan mendalam. Bukan karena iman yang lemah, ... Read More »

Allah Menghukum Kristus? (Roma 3:21-31)

Ulasan Roma 3:21-31 dalam tulisan ini akan saya baca dan gali dari perspektif teologia Karl Barth. Saya menanyakan bagaimana makna keadilan Allah berhadapan dengan penebusan Kristus. Apakah untuk mewujudkan keadilan-Nya, Allah menghukum Kristus? Apakah di dalam peristiwa salib telah terjadi ” divine child abuse?” Apakah dalam peristiwa salib, terjadi 2 transaksi antara Allah dan Kristus secara terpisah? Jadi bagaimana pemikiran teologis ... Read More »

Paulus si Pemalsu Alkitab?

Roma 3:1–20 merupakan salah satu teks teologis yang paling mendasar sekaligus paling diperdebatkan dalam tradisi Kristen. Dalam perikop ini, rasul Paulus merumuskan secara tajam argumentasi tentang kondisi universal manusia di hadapan Allah, peran hukum Taurat, serta kebutuhan mutlak akan penyelamatan ilahi. Hampir setiap klaim teologis yang dikemukakan rasul Paulus dalam bagian ini, bagaimanapun, berhadapan dengan penolakan mendasar dari perspektif Islam. ... Read More »

Cermin Gelap Sejarah

Pada tahun 1961, Stanley Milgram, seorang psikolog dari Universitas Yale, merancang sebuah eksperimen yang secara metodologis tampak sederhana, tetapi secara etis dan antropologis sangat mengguncang. Tujuannya adalah menguji sejauh mana individu biasa bersedia menaati perintah figur otoritas, bahkan ketika ketaatan tersebut berhadapan langsung dengan suara hati dan nurani moral mereka. Para partisipan diminta memberikan sengatan listrik kepada seorang “pelajar” (yang ... Read More »

Merawat Pengharapan kepada Allah

Inti dari iman Kristen sebenarnya adalah tentang pengharapan. Tapi jangan salah paham dulu, pengharapan di sini bukan sekadar berpikir positif atau berandai-andai keadaan akan membaik dengan sendirinya. Bagi orang percaya, pengharapan adalah sesuatu yang melekat dalam hidupnya. Rasul Paulus pernah mengingatkan, “Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang ... Read More »

Dosa Warisan dan Keselamatan

Dalam teologi Kristen, ada sebuah ajaran yang selalu menyentuh hati dan menggugah perenungan, yaitu dosa warisan. Ajaran ini membawa kita kembali pada pertanyaan paling mendasar, yaitu siapakah manusia sesungguhnya di hadapan Allah? Apakah manusia pada dasarnya baik, dan bisa diselamatkan semata-mata oleh moralitasnya? Atau, adakah sesuatu yang lebih dalam, lebih rapuh, dan lebih rusak dalam diri kita, yang tak bisa ... Read More »

Kesuksesan dan Hidup Bermakna

Sebagai orang Kristen, cara kita melihat “sukses” seringkali perlu diluruskan kembali. Ukuran duniawi seperti banyaknya harta, tingginya jabatan, atau besarnya pujian bukanlah patokan utama dalam iman kita. Alkitab justru mengajak kita menilai hidup dari sudut pandang yang lebih dalam dan berbeda. Sukses sejati bukan terutama soal apa yang kita kumpulkan atau capai di luar, tetapi lebih tentang seberapa setia kita ... Read More »

Kelahiran Kristus dan Perayaan Natal 25 Desember (Ulasan Kritis-Teologis)

AbstrakPenetapan tanggal 25 Desember sebagai hari raya Natal merupakan hasil perjalanan panjang dalam tradisi Gereja. Proses ini tidak lahir dari satu keputusan tunggal, tetapi dari cara Gereja memahami Alkitab, mengembangkan simbol-simbol teologis, serta mengolah pengalaman liturgis selama hampir 2000 tahun. Tulisan ini mencoba menelusuri kembali dasar-dasar penentuan tanggal kelahiran Yesus, khususnya upaya menyelaraskannya dengan kronologi kelahiran Yohanes Pembaptis menurut Lukas ... Read More »

Yesus sekadar Utusan Allah? (Ulasan Yoh. 17)

Sebelum peristiwa penderitaan dan kematian-Nya datang, Yesus mengangkat mata-Nya ke langit dan berdoa kepada Bapa-Nya. Isi Yohanes 17 merupakan “Doa Imam Besar,” yaitu sebuah percakapan yang begitu intim antara Sang Bapa dan Sang Anak yang telah berlangsung sejak sebelum waktu ada.Dalam dialog Kristen-Islam, ayat ketiga dari pasal 17 ini sering menjadi bahan perdebatan. Para apologet Muslim mengutip Yoh. 17:3 untuk ... Read More »

Parakletos dalam Yohanes 16

Salah satu topik yang sering muncul dalam percakapan antara Kristen dan Muslim adalah tentang “Parakletos” yang dijanjikan Yesus dalam Injil Yohanes pasal 14-16. Pertanyaannya sederhana namun penting, yaitu siapa sebenarnya yang dimaksud Yesus ketika Ia berjanji akan mengutus “Penghibur” atau “Penolong”? Umat Kristen selama dua ribu tahun memahami janji ini sebagai kedatangan Roh Kudus. Namun sebagian pengajar Muslim mengklaim bahwa ... Read More »