Latest Article

Artikel

Refleksi Teologis: “Bersahabat dengan Diri Sendiri”

Friendship with oneself is all important, because without it one cannot be friends with anyone else in the world. (Eleanor Roosevelt) Kita sering lebih peduli dan fokus pada upaya persahabatan dengan orang lain. Tetapi upaya tersebut akan banyak mengalami kegagalan, apabila kita gagal menjalin persahabatan dengan diri sendiri. Kegagalan menjalin persahabatan dengan diri sendiri adalah masalah yang paling krusial dalam kehidupan ... Read More »

Allah yang Terlibat dalam Belarasa-Nya

Allah yang Terlibat dalam Belarasa-Nya (Yohanes 4:27-38) Salah satu karakter Allah yang utama adalah Allah Mahakuasa (omnipotent, almighty). Allah disebut Mahakuasa karena Ia memiliki semua kemampuan dan kekuasaan untuk melakukan segala hal untuk mencipta, memelihara, dan menyelamatkan. Khusus dalam penciptaan, Allah mampu menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada (creatio ex nihilo) Dengan pemahaman teologis bahwa Allah adalah Mahakuasa, maka ... Read More »

Allah Pemelihara

Allah Pemelihara (Yesaya 51:1-3) Pemeliharaan Allah adalah karakter Allah yang mencipta dan merawat karya ciptaan dengan anugerah kasih-Nya. Bila Allah adalah Pencipta, namun tidak memelihara maka Ia adalah Allah yang pensiun (deus otiosus). Makna deus otiosus adalah manusia mengakui Allah sebagai Sang Pencipta, tetapi Dia adalah juga Allah yang absen (deus absconditus) dalam menjaga karya ciptaan-Nya. Karena itu pemahaman deus ... Read More »

Teologi Pengharapan

Pengharapan Iman yang Transformatif   Tiga pilar spiritualitas iman Kristen dinyatakan oleh Rasul Paulus, yaitu: iman, pengharapan dan kasih (1Kor. 13:13). Di antara ketiga pilar tersebut yang sering dibahas adalah iman dan kasih, namun jarang umat memberi perhatian akan dimensi pengharapan. Pembahasan tentang pengharapan umumnya dilakukan secara khusus bila kita berbicara tentang penghiburan saat mengalami kegagalan, kedukaan, dan akhir zaman ... Read More »

Spiritualitas Memberi Persembahan (Matius 6:1-4; Roma 12:1-2)

Spiritualitas memberi persembahan/sedekah dalam Injil Matius 6 (Mat. 6:1-4) ditempatkan dalam satu-kesatuan dengan spiritualitas berdoa (Mat. 6:5-8) dan berpuasa (Mat. 6:16-18). Spiritualitas berdoa dan berpuasa merupakan ekspresi iman umat yang telah mengalami perjumpaan dengan Allah, karena itu spiritualitas memberi persembahan merupakan respons iman umat yang telah mengalami perjumpaan dengan Allah. Kata kunci yang utama dalam konteks ini adalah pengalaman iman ... Read More »

Spiritualitas Doa dalam Kehidupan Yesus (Lukas 6:12-16)

Spiritualitas doa dalam kehidupan Yesus secara singkat dinyatakan oleh Injil Lukas, yaitu: “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah” (Luk. 6:12). Doa dihayati dan dipraktikkan Yesus secara intensif pada waktu malam hari. Namun sebagai bagian dari umat Israel, Yesus memiliki tradisi berdoa tujuh kali dalam sehari. Dalam Kitab Mazmur 119:164 menyatakan: “Tujuh ... Read More »

Makna Sensura-Morum dalam Persiapan Sakramen Perjamuan Kudus

Dalam tulisannya yang berjudul Censura Morum, Prof. Decker seorang guru besar di The Protestant Reformed Seminary mengutip bagian dari Tata Gereja pasal 81 dari Gereja-gereja Prostestan, yaitu: “Pelayan firman, para penatua, dan diaken sebelum merayakan Perjamuan Tuhan melakukan sensura-morum di antara mereka, dan dengan roh persaudaraan menegur satu sama lain yang berkenaan dengan tugas panggilan mereka” (http://standardbearer.rfpa.org/articles/elders-and-censura-morum). Pengajaran dalam Tata ... Read More »

Ulasan Kritis terhadap Pemikiran Alfred Jules Ayer

Judul Buku      : Language, Truth and Logic Penulis             : Alfred Jules Ayer Penerbit           : Victor Gollancz Ltd, London, 1954 Tebal                : 160 hal. Prinsip filosofis Alfred Jules Ayer yang utama adalah apakah suatu kalimat yang dinyatakan memiliki makna ataukah tidak bemakna. Ulasan filosofis Ayer terlihat dari: bukunya yang ... Read More »

Yesus Kristus, Sang Firman Allah (Ulasan Yohanes 1:1-18)

Pengantar Umat Kristen menegaskan pengakuan imannya kepada Allah yang Esa (Ul. 6:4; 1Tim. 2:5) serentak mengimani Yesus Kristus, Sang Firman Allah yang telah ada sejak kekal dengan Allah. Makna keesaan Allah dalam konteks ini tidak dipahami sebagai keesaan secara bilangan, namun sebagai persekutuan kasih. Keesaan Allah secara bilangan memahami monoteisme yang meniadakan relasi dengan keberadaan Ilahi di luar diri-Nya. Sebaliknya ... Read More »

Ulasan Kritis Penafsiran Minggu Adven Kedua

Buku               : Texts for Preaching (A Lectionary Commentary Based on the NRSV – Year A) Penulis           : Walter Brueggemann, Charles B. Cousar, Beverly R. Gaventa, James D. Newsome Penerbit         : Louisville – Kentucky, Westminster John Knox Press Tahun             : 1995 Pengantar Pembacaan di masa Adven mengungkapkan pengharapan sebagai sesuatu yang nyata dan dirindukan. Sebab apa yang telah Allah janjikan dan apa ... Read More »