Latest Article

Umum

Kumpulan Renungan III

Hukum Kencana (Mat. 7:12-14) “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Mat. 7:12). Hukum kencana biasa disebut dengan “hukum emas” (golden rule). Senada dengan itu Khong Hu Cu merumuskan hukum kencana dengan kalimat negatif, yaitu: “Apa yang engkau tidak kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, ... Read More »

Menjadi Manusia-Maranatha (Mewujudkan Pendidikan Tinggi dengan Dimensi Homo-Deus di Universitas Kristen Maranatha)

Siapakah Aku? Pertanyaan fundamental dalam merefleksikan realitas keberadaan kita yang perlu diajukan adalah Siapakah aku? Sifat pertanyaan tersebut bukan sekadar pengajuan pertanyaan untuk menemukan data-data historis dan informasi tentang kedirian kita, tetapi mengandung refleksi mendalam tentang makna dan tujuan hidup kita. Apa makna dan tujuan hidupku dalam realitas yang sedang aku jalani ini? Bagaimanakah hidupku terjalin dalam relasi dengan orang ... Read More »

Bertaruh di Tengah Situasi Kritis (Ester 5:1-8)

(Relevansi Narasi Kitab Ester di tengah era Milenial) “supaya hari-hari Purim itu dirayakan pada waktu yang ditentukan, seperti yang diwajibkan kepada mereka oleh Mordekhai, orang Yahudi itu, dan oleh Ester, sang ratu, dan seperti yang diwajibkan mereka kepada dirinya sendiri serta keturunan mereka, mengenai hal berpuasa dan meratap-ratap” (Est. 9:31). Bertaruh umumnya dilakukan dengan melempar undian. Hasilnya tidak selalu dapat ... Read More »

Unlimited Spirit (Karya Roh dalam Sejarah Universitas Kristen Maranatha)

Deskripsi dari Data Sejarah Keberadaan Universitas Kristen Maranatha hadir di tengah-tengah problem yang dihadapi 130 mahasiswa Fakultas Kedokteran UKI Immanuel. Sebab di Universitas Kristen Indonesia Immanuel mengalami masalah intern yang tidak menemukan jalan keluar. 130 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran UKI Immanuel tersebut melepaskan diri pada tanggal 4 Juli 1964 di Lycuem Jl. Ir. H. Juanda Bandung. Sebelumnya para mahasiwa Fakultas ... Read More »

Agama dan Pemulihan Penyakit Sosial

Pengantar Dalam pengertian yang umum makna penyakit sosial adalah setiap kebiasaan, perilaku dan tindakan yang menimbulkan gangguan sosial sebab bertentangan dengan nilai, norma, budaya, dan hakikat etis-moral yang telah menjadi pegangan agama-agama yang berlaku. Menurut G. Kartasaputra, perilaku penyimpangan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang tidak sesuai atau tidak menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku di ... Read More »

Pengentasan Kemiskinan dalam Perspektif Iman Kristen

Pengantar Makna “miskin” secara umum dipahami sebagai kondisi tidak memiliki harta dan kemampuan ekonomis untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang paling mendasar (primer) yaitu: makanan, air, kesehatan dan pendidikan serta tempat tinggal. Seseorang yang hidup dalam situasi kemiskinan tidak mampu menikmati kesejahteraan secara ekonomis dan sosial, sehingga ia mengalami kesulitan untuk meningkatkan kualitas hidup sebagaimana yang seharusnya. Dalam konteks ini kita ... Read More »

Spiritualitas Penyangkalan Diri dalam Kenosis Kristus (Implementasi Nilai-nilai Kristiani di UK Maranatha)

Refleksi Teologis tentang Universitas Kristen Maranatha – Bandung Pengantar Core-value Universitas Kristen Maranatha mencakup tiga sikap spiritualitas yaitu: Integritas (integrity), Kepedulian (care) dan Keprimaan (excellence). Untuk mudahnya disingkat dengan: ICE (Integrity, Care, Excellence). Secara singkat makna ketiga esensi spiritualitas UK Maranatha adalah: 1). Esensi “integritas” berkaitan dengan panggilan dan memahami jati diri (value of being). Dalam esensi integritas, seseorang memiliki ... Read More »

Daftar Bacaan Leksionaris RCL Tahun A 2017

BACAAN HARIAN DAN MINGGUAN THE REVISED COMMON LECTIONARY YEAR A Pola Penafsiran: Komplementer Gereja Kristen Indonesia Tahun A: 2016-2017   Tanggal Bacaan Keterangan 27 Nop 2016 Yes. 2:1-5; Mzm. 122; Rm. 13:11-14; Mat. 24:36-44 Adven I: Permulaan Tahun Liturgi: Tahun A (Warna Ungu) 28 Nop Kej. 8:1-19; Rm. 6:1-11 29 Nop Kej. 9:1-17; Ibr. 11:32-40 30 Nop Yes. 54:1-10; Mat. ... Read More »

Hari Raya Natal Tahun C

Belarasa Allah dalam Terang-Nya (Lukas 2:8-20) Dari sudut liturgi, hari raya Natal disebut dengan “Siklus Cahaya.” Sebab melalui peristiwa Natal yaitu inkarnasi Kristus yang hadir di dalam dunia bagaikan cahaya ilahi yang menyinari semesta. Dengan sangat tepat Injil Yohanes menyatakan: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak ... Read More »

Minggu Adven IV Tahun C 2015

Meneladani Kerendahan-hati Maria, Ibu Yesus (Mikh. 5:2-5; Luk. 1:46-55; Ibr. 10:5-10; Luk. 1:39-56) Maria adalah nama umum di kalangan umat Israel. Namun nama Maria menjadi sangat khusus saat disebutkan dengan predikat “Ibu Yesus.” Dalam predikat “Ibu Yesus” telah mengandung makna yang begitu sarat dan dalam secara imaniah. Sebab “Yesus” dari Nazaret adalah Sang Mesias, Anak Allah (Mark. 1:1) yang di ... Read More »