Latest Article

Artikel

Pemimpin yang Melayani (Servant-leadership)

Pemimpin yang melayani merupakan salah model yang menjadi ciri khas dan menonjol dari kepemimpinan Kristus. Namun nama model kepemimpinan Kristus tersebut justru diangkat oleh seseorang yang bukan berasal dari kalangan lembaga Kristen. Sebab sebutan model kepemimpinan Yesus tersebut diangkat dari kalangan sekuler, yaitu Robert K. Greenleaf dalam bukunya yang berjudul: The Servant as Leader, The Power of Servant Leadership, dan ... Read More »

Mendidik dan Membesarkan Anak (dalam perspektif Iman Kristen)

Pengantar Mendidik dan membesarkan anak merupakan suatu kesadaran yang mendalam bahwa setiap anak adalah penerus generasi dan para pribadi yang dihadirkan dalam rencana Allah. Kegagalan setiap orang-tua dan guru dalam mendidik dan membesarkan anak akan berakibat masa depan umat manusia akan dipenuhi oleh generasi yang bermasalah bagi dirinya sendiri dan bagi masyarakat. Tugas mendidik dan membesarkan anak adalah tugas yang ... Read More »

Tinjauan Reading of the Fifth Commandment Contextually (Exodus 20:12)

Sumber: Ruku, Welfrid Fini. 2008. Reading of the Fifth Commandment ¬†Contextually (Exodus 20:12): An Indonesian-Atoni Meto Contextual Hermeneutics. Vrije Univesiteit, Amsterdam: Master of Contextual and Cross-Cultural Theology Program Tesis Welfrid Fini Ruku ini bertujuan untuk menerapkan hermeneutik kontekstual ke dalam teks Alkitab, khususnya Keluaran 20:12 (paralel: Ulangan 5:16) dalam konteks Suku Atoni-Meto di Timor, Nusa Tenggara Timur. Dengan menggunakan pemikiran ... Read More »

The Great Commission or The Great Ommision (Mat. 28:11-20)

The Great Commission or The Great Ommision (Amanat Agung atau Kelalaian terbesar) (Matius 28:11-20) Pengantar Selaku gereja, kita hidup dalam dunia. Bagaimanakah kita menyikapi dunia? Bagaimanakah relasi antara kita sebagai gereja dengan dunia? Apakah dunia yang membutuhkan gereja, ataukah gereja yang membutuhkan dunia? Pertanyaan pertama berpijak pada keyakinan gereja akan nilai-nilai iman Kristen dan keselamatan yang dimiliki, sehingga tanpa gereja ... Read More »

Why Believe the Bible (2Tim. 3:16-17; 2 Petr. 1:16-21)

Alkitab adalah Firman Allah. Namun keberadaan Alkitab sebagai Firman Tuhan tidak terlepas dari Firman yang Hidup yaitu Yesus Kristus, dan Firman yang diberitakan yaitu Khotbah dalam Kebaktian. Dengan demikian iman Kristen memiliki tiga dimensi dari Firman Tuhan yang saling terkait secara utuh, yaitu: Kristus (Firman Hidup), Alkitab (Firman yang Tertulis), dan Khotbah (Firman yang Diberitakan). Otoritas dan kebenaran Alkitab bersumber ... Read More »

Refleksi Teologis: “Bersahabat dengan Diri Sendiri”

Friendship with oneself is all important, because without it¬†one cannot be friends with anyone else in the world. (Eleanor Roosevelt) Kita sering lebih peduli dan fokus pada upaya persahabatan dengan orang lain. Tetapi upaya tersebut akan banyak mengalami kegagalan, apabila kita gagal menjalin persahabatan dengan diri sendiri. Kegagalan menjalin persahabatan dengan diri sendiri adalah masalah yang paling krusial dalam kehidupan ... Read More »

Allah yang Terlibat dalam Belarasa-Nya

Allah yang Terlibat dalam Belarasa-Nya (Yohanes 4:27-38) Salah satu karakter Allah yang utama adalah Allah Mahakuasa (omnipotent, almighty). Allah disebut Mahakuasa karena Ia memiliki semua kemampuan dan kekuasaan untuk melakukan segala hal untuk mencipta, memelihara, dan menyelamatkan. Khusus dalam penciptaan, Allah mampu menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada (creatio ex nihilo) Dengan pemahaman teologis bahwa Allah adalah Mahakuasa, maka ... Read More »

Allah Pemelihara

Allah Pemelihara (Yesaya 51:1-3) Pemeliharaan Allah adalah karakter Allah yang mencipta dan merawat karya ciptaan dengan anugerah kasih-Nya. Bila Allah adalah Pencipta, namun tidak memelihara maka Ia adalah Allah yang pensiun (deus otiosus). Makna deus otiosus adalah manusia mengakui Allah sebagai Sang Pencipta, tetapi Dia adalah juga Allah yang absen (deus absconditus) dalam menjaga karya ciptaan-Nya. Karena itu pemahaman deus ... Read More »

Teologi Pengharapan

Pengharapan Iman yang Transformatif   Tiga pilar spiritualitas iman Kristen dinyatakan oleh Rasul Paulus, yaitu: iman, pengharapan dan kasih (1Kor. 13:13). Di antara ketiga pilar tersebut yang sering dibahas adalah iman dan kasih, namun jarang umat memberi perhatian akan dimensi pengharapan. Pembahasan tentang pengharapan umumnya dilakukan secara khusus bila kita berbicara tentang penghiburan saat mengalami kegagalan, kedukaan, dan akhir zaman ... Read More »

Spiritualitas Memberi Persembahan (Matius 6:1-4; Roma 12:1-2)

Spiritualitas memberi persembahan/sedekah dalam Injil Matius 6 (Mat. 6:1-4) ditempatkan dalam satu-kesatuan dengan spiritualitas berdoa (Mat. 6:5-8) dan berpuasa (Mat. 6:16-18). Spiritualitas berdoa dan berpuasa merupakan ekspresi iman umat yang telah mengalami perjumpaan dengan Allah, karena itu spiritualitas memberi persembahan merupakan respons iman umat yang telah mengalami perjumpaan dengan Allah. Kata kunci yang utama dalam konteks ini adalah pengalaman iman ... Read More »