Latest Article

Biblika

Mishkan: Kemah Suci (Keluaran 40:1-38)

“Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Pada hari yang pertama dari bulan yang pertama haruslah engkau mendirikan Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu. Kautempatkanlah di dalamnya tabut hukum dan kaupasanglah tabir sebagai penudung di depan tabut itu” (Kel. 40:1-3). Abstrak: Mishkan: משכן adalah sebutan kemah suci dalam bahasa Ibrani. Makna mishkan menunjuk pada tempat tinggal yang disediakan bagi YHWH selama umat Israel ... Read More »

Adonai Pesakh (Keluaran 12:12-37)

“Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir” (Kel. 12:13). AbstrakMelalui peristiwa Pesakh, Allah menyatakan perlindungan-Nya kepada umat Israel yang waktu itu tertindas. Sebaliknya Allah menghukum Firaun dan Mesir yang ... Read More »

Ehyeh asyer Ehyeh (Keluaran 2:23- 3:15)

Abstrak:Penyataan Allah di Gunung Horeb (Sinai) kepada Musa melalui semak duri yang menyala tetapi tidak hangus ditempatkan dalam konteks penderitaan umat Israel yang diperbudak di Mesir, sehingga Allah mengutus Musa untuk membebaskan mereka. Allah menyatakan diri-Nya sebagai YHWH (Adonai), sebagai Tuhan Penyelamat. Dialah Tuhan yang akan memimpin umat Israel keluar dari Mesir melalui kepemimpinan Musa, sehingga umat Israel yang dahulu ... Read More »

Kematian Yesus (Ilusi ataukah Fakta?)

“Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya” (Mark. 15:37). Satu-satunya peristiwa kematian yang mengguncangkan sepanjang masa dan membawa dampak dalam cara pandang, filsafat, etika, ideologi dan budaya umat manusia adalah kematian Yesus Kristus dari Nazaret. Kematian Yesus bukan sekadar kematian seorang tokoh sejarah, tetapi Dia disebut dengan gelar: “Anak Allah, Firman Allah, Kalimatullah, Penebus dosa, dan Juruselamat.” Kematian-Nya ... Read More »

Keramahan yang Menggembalakan

(Yohanes 21:1-19) Peristiwa inkarnasi Sang Firman Allah adalah wujud keramahan Allah yang solider dengan umat manusia. Karena itu karya penebusan Kristus dalam wafat dan kebangkitan-Nya adalah puncak dari keramahan Allah yang lembut dan menggembalakan. Makna “keramahan” Allah di dalam inkarnasi dan penebusan Kristus adalah Ia menjadi seorang Bapa yang menyambut setiap umat dengan kasih-Nya walau menghadapi penolakan, penyangkalan dan perlawanan. ... Read More »

Integritas di tengah Paradoks

Setiap orang membutuhkan pujian dan dukungan. Namun bagaimana apabila kebutuhan tersebut menjadi terlalu posesif? Ia dengan segala macam cara akan berusaha untuk memperoleh pujian dari orang lain. Akibatnya ia berani menempuh tindakan yang membahayakan dirinya, misalnya: melakukan selfie di atas gunung dekat jurang, di atap gedung tinggi, atau tempat-tempat yang berisiko terhadap keselamatan hidupnya. Menurut penelitian ternyata orang-orang di generasi ... Read More »

Ditarik oleh Anugerah Allah

Pada masa Prapaskah terdapat pertanyaan fundamental yang perlu direnungkan dan disikapi sebagai keputusan etis. Pertanyaan tersebut adalah: “Ke manakah aku berada di tengah-tengah tarikan kuasa dunia yang sedang bekerja?” Apakah di tengah-tengah tarikan yang ada, kita tetap memilih setia dan taat kepada kehendak Allah? Tarikan-tarikan tersebut sering begitu kuat dan menggoda. Tetapi apakah kita berkomitmen menjaga integritas diri? Surat Yakobus ... Read More »

Dipulihkan dari Pagutan Dosa

Abraham Maslow menyatakan bahwa manusia memiliki 5 kebutuhan, yaitu: fisiologis (physiological needs), rasa aman (security needs), kasih-sayang (social needs), penghargaan (esteem needs), dan aktualisasi-diri (self actualization needs). Sifat dari kebutuhan tersebut saling terkait dan bersifat hirarkhis ke atas. Kita tidak mungkin mampu mencapai tahap aktualisasi diri, apabila kebutuhan kita masih di tingkat fisiologis, dan selanjutnya. Latarbelakang peristiwa di Kitab Bilangan ... Read More »

Everlasting Life

Core-values kepercayaan seluruh agama adalah keselamatan yang mengupayakan hidup tetap abadi dalam kemuliaan. Karena itu kepercayaan afterlife menjadi bagian utama dan pengharapan agama-agama. Umumnya agama-agama dan kepercayaan memiliki kepercayaan bahwa jiwa/roh manusia bersifat baka (immortal). Walau pun jiwa bersifat immortal pada hakikatnya membutuhkan panduan ilahi melalui ajaran dan ritual keagamaan. Kegagalan menjalani kehidupan dengan mengabaikan ajaran dan ritual keagamaan akan ... Read More »

Kebangkitan Yesus sebagai Disonansi Kognitif?

Ajaran yang menolak kematian Yesus di kayu salib secara langsung menolak kebangkitan-Nya. Lalu penolakan akan kebangkitan Yesus menjadi penolakan akan kuasa Allah yang menyelamatkan dan mendamaikan. Dalam situasi itu umat manusia akan kehilangan pijakan keselamatan dan pengharapannya sehingga tetap hidup dalam belenggu kuasa dosa. Salah satu bentuk kuasa dosa adalah trauma-trauma yang pernah dialami dan tidak dipulihkan. Kebangkitan Kristus sesungguhnya ... Read More »