HOME arrow PENGAJARAN arrow Biblika arrow GARIS BESAR ALKITAB PERJANJIAN BARU
GARIS BESAR ALKITAB PERJANJIAN BARU PDF Print E-mail
Written by Yohanes B. M.   
Wednesday, 12 December 2007

1. Alkitab adalah Firman Allah
Gereja-gereja Tuhan menyatakan dalam pengakuan imannya bahwa Alkitab adalah firman Allah. Karena itu Alkitab menjadi dasar utama iman Kristen. Jadi pusat perhatian dan tujuan kesaksian dari para penulis Alkitab adalah mengajak umat untuk melihat, memahami dan mengalami dengan iman karya kasih dan keselamatan Allah yang terjadi dalam kehidupan umat manusia. Di Yoh. 20:31 penulis Injil Yohanes menyatakan: “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya”. Jadi tujuan dari inspirasi Alkitab bukanlah untuk menyajikan data-data ilmiah, historis, dan geografis. Tetapi seluruh kesaksian Alkitab bertujuan agar jemaat yang membaca, merenungkan dan mengimani firman Tuhan tersebut adalah agar mereka memperoleh keselamatan dan hidup kekal. Sasaran firman Tuhan bukanlah untuk memuaskan kebutuhan kognitif manusia, tetapi untuk menjawab dan memberi solusi atas kebutuhan spiritual yang paling dalam sehingga dengan firman Allah yang diinspirasikan, manusia dapat berjumpa dengan Allah yang penuh anugerah, Allah yang pengasih dan penyayang; Allah yang kudus dan adil serta Allah yang membela orang yang lemah dan tertindas. Itu sebabnya setiap firman Tuhan perlu disikapi dengan sikap pertobatan dan perubahan hidup yang ditopang oleh kuasa Roh Kudus.

Gereja Roma Katolik dalam Konsili Vatikan II yaitu “Dei Verbum menyatakan:
a. Inspirasi dihayati sebagai nilai yang menentukan bagi pembentukan teks-teks Alkitab.
b. Para penulis Alkitab memiliki karunia inspirasi.
c. Allah adalah inspirator.
d. Alasan-alasan teologis yang menjadi dasar rumusan gereja yang menyatakan Kitab Suci merupakan firman Allah.
e. Secara khusus inspirasi melekat pada kitab-kitab Injil.


2. Injil Matius
Ciri-ciri Pemahaman Injil Matius:
a. Injil Matius ditujukan kepada orang-orang Yahudi dan ditulis juga dengan latar-belakang pemahaman teologis Alkitab Perjanjian Lama. Ciri ini terlihat dari cara Injil Matius, yaitu:
- Injil Matius menggunakan istilah ”kerajaan Allah” dengan nama ”kerajaan sorga” (Mat. 3:2; 14:17), sebab orang Yahudi yang saleh tidak akan mengucapkan nama Allah secara sembarangan.
- Seringkali Injil Matius membuat pernyataan ”supaya genaplah yang difirman Tuhan oleh nabi” (Mat. 2:5, 15; 3:3; 12:17; 13:13; 21:4). Tujuannya agar para pembaca yang berlatar-belakang Yahudi mau percaya bahwa Yesus adalah yang dinubuatkan oleh para nabi.
- Injil Matius disusun menurut pola yang dikenal oleh orang Yahudi, misalnya: silsilah Yesus disusun dalam pola 3x7x2, 7 permohonan dalam doa Bapa Kami (bandingkan dengan Injil Lukas), 7 perumpamaan tentang kerajaan sorga, 7 kali kata ”celakalah kamu” yang ditujukan kepada ahli-ahli Taurat dan orang Farisi, ajaran doa dan puasa (Mat. 6:2, 5, 16), 9 ucapan bahagia (3x3). Jadi Injil Matius sering menyusun mengikuti pola jumlah angka 3 dan 7.

b. Injil Matius mau meyakinkan dengan sistematis dan sikap hormat bahwa Yesus adalah Messias yang sudah dijanjikan oleh Allah sebagaimana yang telah dinubuatkan oleh Alkitab Perjanjian Lama. Itu sebabnya Injil Matius menyaksikan bahwa kerajaan Allah telah hadir dalam seluruh kehidupan Tuhan Yesus.
c. Hanya dalam Injil Matius muncul kata ”ekklesia” (Mat. 16:18; 18:17), sehingga diasumsikan bahwa dalam Injil Matius, jemaat Kristen mulai terbentuk.

3. Injil Markus
Ciri-ciri Pemahaman Injil Markus:
a. Injil Markus di Mark. 1:1 mengungkapkan dengan: ”Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah”. Jadi Injil Markus menyatakan 2 prinsip utama yaitu: kata ”Injil”, dan ”Yesus adalah Anak Allah”.
b. Sering menggunakan kata ”euthus” yang artinya: segera (Mark. 1:18, 21, 23, 28, 29, 30).
c. Sering menyaksikan bahwa orang-orang tidak mengerti maksud Tuhan Yesus, apakah orang-orang Farisi, orang banyak, tetapi juga para muridNya (Mark. 4:13; 9:10, 32; 6:52).
d. Sering menyaksikan keadaan Yesus sebagai manusia, misalnya Dia marah (Mark. 3:5), merasa heran (Mark. 6:6), Ia mengeluh dalam hatiNya (Mark. 8:12), memandang orang muda itu dan menaruh kasih kepadanya (Mark. 10:21), tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan (Mark. 1:41).
e. Ciri dari bahasa Injil Markus adalah bahasa rakyat jelata.

4. Injil Lukas
Ciri Pemahaman Injil Lukas:
a. Pemberitaan Tuhan Yesus di Nazaret secara sengaja ditempatkan di bagian awal dari pelayanan Tuhan Yesus setelah Dia dicobai Iblis di padang gurun, yaitu di Luk. 4:18-19 yang dihayati sebagai nubuat nabi Yesaya.
b. Injil Lukas mau menyaksikan tentang keselamatan Allah yang telah terjadi dalam kehidupan Yesus pada prinsipnya ditujukan kepada seluruh umat manusia (Luk. 2:10-11, 30-32).
c. Kristus adalah yang kudus dari Allah (Luk. 1:35, 4:34).
d. Dalam diri Kristus nyatalah kuasa Roh Allah (Luk. 1:35, 3:16, 4:14, 4:18)
e. Injil Lukas memberi perhatian kepada orang-orang yang menderita, yang miskin, yang hilang dan yang berdosa (Luk. 15). Belas kasihan Yesus kepada penjahat di sebelah kananNya (Luk. 23:40-43), Zakheus (Luk. 19:1-10), dan juga memberi perhatian kepada para wanita yang dianggap rendah oleh masyarakat pada zaman itu (Luk. 8:1-3).

5. Injil Yohanes
Ciri Pemahaman Injil Yohanes:
a. Kristus adalah Firman Allah yang sejak kekal dan kemudian Dia menjelma menjadi manusia (Yoh. 1:1, 14).
b. Kesaksian tentang pemilihan 12 orang murid dan juga peristiwa perjamuan malam terakhir tidak dikisahkan oleh Injil Yohanes.
c. Penegasan Yesus dengan ungkapan ”egoo eimi” (Aku adalah), misalnya: Yesus, air hidup (Yoh. 4), Anak Allah (Yoh. 5:19), roti hidup (Yoh. 6:25), Yesus terang dunia (Yoh. 8:12), gembala yang baik (Yoh. 10).
d. Kesatuan Allah dengan Yesus (Yoh. 10:30), dan kemuliaan sang Anak (Yoh. 17:5; 8:12; 9:5; 12:35, 46; 6:57; 8:29, 42, dst).
e. Mukjizat dilakukan oleh Tuhan Yesus dengan tujuan untuk membangkitkan kepercayaan/iman kepadaNya (Yoh. 7:31; 10:25, 38; 11:42; 14:11).

6. Kisah Para Rasul
Ciri Pemahaman Kitab Kisah Para Rasul:
a. Kitab Kisah Para Rasul merupakan kelanjutan dari kitab Injil Lukas, yang mana terlihat dari bentuk dan gaya bahasa serta ide yang digunakan (Luk. 1:1-4, Kis. 1:1).
b. Walaupun disebut ”kitab Kisah Para Rasul” yang seharusnya memuat kesaksian atau peristiwa para rasul, tetapi sesungguhnya kitab Kisah Para Rasul lebih banyak menyoroti kisah dan pelayanan rasul Paulus.
c. Umat percaya dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia yang mana mereka akan dilengkapi oleh kuasa Roh Kudus.
d. Berita tentang Kristus ditujukan ke seluruh penjuru dunia (Kis. 1:8, 4:12).
e. Menyaksikan bagaimana pola jemaat Kristen perdana hidup dan melayani Kristus (2:41-47).

7. Surat-surat Rasul Paulus
a. Surat Roma:
Dasar pemikiran rasul Paulus di kitab Roma adalah pada masalah ”dikaios” yang artinya: kebenaran, dan ”dikaiosyne” yang artinya: keadilan. Dasar pemikirannya adalah manusia di hadapan Allah seharusnya hidup benar dan adil, tetapi apakah tuntutan Allah tersebut dapat diwujudkan? Ternyata manusia gagal dan tidak hidup menurut kehendak Allah. Semua manusia telah menyeleweng dan tidak ada yang benar di hadapan Allah (Rom. 3:10). Karena itu manusia tidak dapat menyelamatakan dirinya dengan usaha dan kekuatannya sendiri. Manusia hanya dapat diselamatkan dengan iman (pistis) kepada Tuhan Yesus Kristus (Rom. 1:17). Dalam masalah ini tetap diakui bahwa hukum Taurat itu berguna, tetapi hanya berfungsi untuk menunjuk dosa manusia. Hukum Taurat tidak dapat menolong dan menyelamatkan manusia dari keadaan dosanya.

b. Surat-surat Korintus:
Gambaran di I Kor. menunjuk suatu keadaan jemaat yang memperoleh berbagai karunia oleh Allah, tetapi dalam praktek hidup mereka berada dalam bahaya perpecahan sebab mereka saling membanggakan karunia rohnya masing-masing. Itu sebabnya rasul Paulus di I Kor. 12 memberi nasihat bahwa semua karunia roh tersebut pada hakikatnya berasal dari satu Roh yang dikaruniakan oleh Allah untuk terwujudnya pembangunan jemaat, yaitu tubuh Kristus. Dalam seluruh karunia-karunia roh yang dijabarkan di I Kor. 12 (yang berjumlah 9 karunia), ternyata karunia roh yang paling utama adalah karunia kasih (I Kor. 13).

Problem yang terjadi dalam II Kor. tercermin dalam II Kor. 11:22, yang mana ada orang-orang yang merasa lebih tinggi sebagai orang Ibrani asli, dan juga menganggap diri sebagai para rasul. Itu sebabnya di II Kor. 11:13 terdapat ucapan yang keras dari rasul Paulus, yaitu: ”Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus”. Itu sebabnya di II Kor.12:1-10 rasul Paulus secara tersirat menyaksikan bagaimana pengalaman ekstasenya diangkat ke sorga sampai ke tingkat tiga, sehingga dia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan oleh manusia dengan suatu tujuan agar orang-orang yang membanggakan dirinya tersebut belajar untuk lebih rendah-hati.

c. Surat Galatia:
Problem teologis yang muncul dalam surat Galatia adalah munculnya suatu ajaran yang menyatakan bahwa orang Kristen akan selamat dengan terlebih dahulu melakukan sunat selaku tanda perjanjian Allah (Gal. 5:2, 3; 6:12, 13). Para penyesat itu adalah orang-orang Kristen yang berlatar-belakang Yahudi. Dalam hal ini rasul Paulus menegaskan bahwa pada satu pihak ia tidak merombak Taurat (Rom. 3:31), tetapi pada pihak lain orang-orang percaya di dalam Kristus pada hakikatnya dibebaskan dari Taurat (Gal. 2:19; 3:24, 25). Sehingga dengan iman kepada Kristus, orang-orang percaya mati dan hidup dengan Dia, bahkan ”Kristus hidup di dalam aku” (Gal. 2:20). Kristus telah menjadikan kita sebagai orang-orang yang merdeka sebagai anak-anak Allah (Gal. 4:1-7, 21-31).

d. Surat Efesus
Surat Efesus pada prinsipnya berisi puji-pujian atas kelimpahan dan keajaiban anugerah Allah. Itu sebabnya pemahaman teologis tentang anugerah Allah dengan sangat jelas ditegaskan oleh rasul Paulus (Ef. 2:9-10). Dengan anugerah Allah yang dinyatakan di dalam Kristus, maka:
- Allah menerima semua orang di luar orang Yahudi. Karya keselamatan Allah tidak lagi eksklusif, tetapi inklusif.
- Kemenangan Kristus bukan saja untuk umat manusia tetapi juga untuk kepentingan seluruh kosmos (Ef. 1:21; 3:10).
- Kesatuan jemaat sebagai tubuh Kristus (Ef. 1:23).
- Hubungan Kristus dengan jemaatNya diibaratkan sebagai suami-isteri.

e. Surat Filipi
Surat Filipi ini ditulis oleh rasul Paulus ketika dia berada dalam penjara (Fil. 1:7, 13, 17). Namun menarik surat Filipi ini dipenuhi oleh nada sukacita dan ucapan syukur (Fil. 1:3-8). Penderitaan di dalam penjara tidak menyurutkan semangat dan dedikasi pelayanan rasul Paulus, bahkan kalau dia mengalami kematian. Di Fil. 1:21 dia berkata: ”Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”. Dalam surat Filipi ini rasul Paulus menganggap bahwa karunia kita sebagai orang Kristen bukan hanya untuk percaya kepada Kristus, tetapi juga karunia untuk menderita (Fil. 1:29). Sehingga dia menyatakan bahwa segala perkara dapat ditanggung di dalam Kristus yang telah memberi kekuatan kepadanya (Fil. 4:13).

f. Surat Kolose
Keadaan dan permasalahan jemaat di Kolose dapat sampai kepada rasul Paulus karena dia telah mendengar berita tersebut dari Epafras (Kol. 1:7; 4:12, 13). Problem yang dialami oleh jemaat Kolose adalah paham yang menyebar dan mempengaruhi jemaat tampaknya dari kalangan agama Yahudi yang mempersoalkan perihal makanan, minuman, hari raya, bulan baru dan hari Sabat (Kol. 2:16); tetapi juga jemaat di Kolose dipengaruhi dari filsafat Yunani (Kol. 2:8), tuntutan hidup beraskese (selibat), sering menyiksa diri untuk mematikan hawa-nafsu. Jadi jemaat di Kolose di samping dipengaruhi oleh orang-orang Kristen Yahudi yang mendorong mereka untuk melakukan kembali tuntutan hukum Taurat, juga jemaat dipengaruhi oleh golongan gnostik.

g. Surat-surat Tesalonika
Ciri jemaat Tesalonika adalah mereka memiliki sikap hidup yang dapat menjadi teladan sebagai orang Kristen, sehingga kehidupan mereka menjadi kesaksikan yang hidup bagi orang-orang yang berada di sekitar mereka. Itu sebabnya rasul Paulus sangat bersyukur (I Tes. 1:2; 2:13). Walaupun mereka sering mengalami penindasan tetapi mereka tetap mampu bersukacita (I Tes. 1:6-7). Karena rasul Paulus tidak bisa datang, maka dia segera mengutus Timotius untuk melihat keadaan jemaat di Tesalonika karena rasul Paulus kuatir iman mereka menjadi goyah (I Tes. 3:4-6). Ternyata kabar yang disampaikan oleh Timotius sungguh melegakan, sebab jemaat Tesalonika tetap memperlihatkan iman yang teguh kepada Kristus (I Tes. 3:8).

Problem di II Tes. adalah: timbul anggapan bahwa hari Tuhan akan segera tiba (II Tes. 2:1, 2). Reaksi beberapa jemaat terhadap anggapan hari Tuhan yang akan segera datang adalah beberapa anggota jemaat tersebut merasa tidak perlu bekerja lagi. Untuk itu dengan tegas rasul Paulus menegur mereka: ”Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (II Tes. 3:10). Di sini tampak dengan jelas prinsip iman Kristen yang menghayati pekerjaan sebagai sesuatu yang mulia dan karena itu wajib dilakukan, bahkan walaupun hari Tuhan sudah tiba orang Kristen harus tetap melakukan pekerjaannya dengan setia.

h. Surat-surat Pastoral:
- Timotius:
Dalam surat ini rasul Paulus telah bekerja beberapa waktu lamanya dengan Timotius di Efesus. Lalu ia meninggalkan Timotius di sana dan pergi mengunjungi Makedonia (I Tim. 1:3). Dalam surat ini rasul Paulus memberi petunjuk bagaimana agar Timotius yang masih muda itu dapat memimpin kehidupan jemaat dengan baik. Karena itu di I Tim. dapat kita jumpai beberapa persyaratan seseorang untuk menjadi seorang Penatua dan Diaken.

Surat II Tim. merupakan surat yang ditulis oleh rasul Paulus ketika dia berada dalam penjara di Roma (II Tim. 1:8, 16, 17; 2:9). Keadaan dirinya saat itu sangat genting karena dia sedang menghadapi saat-saat kematiannya (II Tim. 4:6). Dia merasa sangat kesepian sebab semua orang telah meninggalkan dia kecuali Lukas (II Tim. 4:10, 11, 16). Untuk itu dia meminta agar Timotius datang segera, dan mengharap agar Timotius membawa Markus. Dia meminta pula agar jubah, kitab-kitab dan perkamen yang ditinggalkan di Troas dapat dibawa juga kepadanya.

- Titus:
Sebagai kawan sekerjanya, rasul Paulus menempatkan Titus di Kreta agar dia dapat mengatur pemberitaan Injil di sana dan menetapkan para penatua yang memiliki kehidupan yang tidak bercela (Tit. 1:5-9). Sebab orang-orang di Kreta pada waktu itu banyak yang hidup secara tidak tertib dan masih dipengaruhi oleh berbagai tuntutan atau peraturan hukum Taurat.

- Filemon:
Surat ini ditujukan kepada Filemon. Tetapi juga kepada Apfia, Arkhipus dan jemaat di rumahnya. Jadi surat ini tidak semata-mata bersifat pribadi. Rasul Paulus menulis surat kepada Filemon, karena dia mempunyai seorang budak bernama Onesimus. Budaknya tersebut lari meninggalkan Filemon dan dia menemui rasul Paulus yang saat itu berada dalam penjara. Dalam suratnya itu rasul Paulus menyuruh Onesimus kembali kepada Filemon tuannya. Sebaliknya rasul Paulus meminta agar Filemon tidak lagi memperlakukan Onesimus sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba yaitu sebagai saudara yang kekasih (Filemon 1:16). Manakala Onesimus sudah merugikan Filemon secara materiil, rasul Paulus bersedia untuk menanggung kerugian itu dan akan membayarnya (Filemon 1:19).

8. Surat-surat Am
a. Surat Ibrani:
Surat Ibrani menyaksikan penyataan Allah yang paripurna telah terjadi dalam diri Kristus. Karena itu Kristus yang adalah Anak Allah jauh melebihi seluruh malaikat dan Musa. Kristus adalah Imam Besar yang sesungguhnya. Sebab Kristus adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah (Ibr. 1:3). Sehingga penulis surat Ibr. mengajak jemaat untuk menanggalkan dosa dan semua beban yang begitu merintangi mereka dengan mata yang tertuju kepada Yesus (Ibr. 12:1). Yang menarik dalam surat Ibrani dinyatakan bahwa orang Kristen yang murtad tidak dapat bertobat kembali (Ibr. 6:4-6; 10:26-29). Selain itu ayat-ayat Perjanjian Lama dikutip dari Septuaginta, bukan dari bahasa Ibrani.

b. Surat Yakobus:
Nama Yakobus yang dipakai dapat menunjuk kepada beberapa kemungkinan, seperti:
- Yakobus, anak Zebedeus (Mark. 1:19; 3:17; 5:37)
- Yakobus, anak Alfeus (Mark. 3:18; Mat. 10:3; Kis. 1:13)
- Yakobus muda (Mark. 15:40; 16:1)
- Yakobus saudara Yesus (Mark. 6:3; Kis. 12:17; 15:13; 21:18).

Dilihat dari kualitas bahasa Yunaninya yang indah menunjukkan bahwa penulis surat Yakobus telah menggunakan bahasa Yunani sejak kecil sebagai bahasa ibunya. Jadi penulis ini telah sejak kecil tinggal di luar Palestina. Teologia surat Yakobus dengan tegas mengingatkan orang Kristen agar mereka menunjukkan perbuatan dalam kehidupannya. Penulis surat Yakobus tidak setuju dengan pernyataan ”iman” sebagai yang menyelamatkan. Iman yang menyelamatkan hanya terjadi jika disertai oleh tindakan dan perbuatan. Sebab iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak. 2:26).

c. Surat-surat Petrus
Di I Petr. 5:13 dinyatakan: ”Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babylon dan juga dari Markus, anakku”. Tentu yang dimaksud bukan orang-orang yang tinggal di kerajaan Babel. Karena kerajaan Babel pada waktu itu sudah runtuh. Tetapi yang dimaksud dengan nama ”Babel” merupakan nama sindiran yang tampaknya menunjuk kota Roma. Surat I Petr. menekankan panggilan hidup kudus dengan menguduskan Kristus di dalam hatimu (I Petr. 3:15), sebab di dalam Kristus orang-orang percaya telah dijadikan bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus dan umat kepunyaan Allah sendiri (I Petr. 2:9). Tampaknya jemaat di mana I Petr. ditulis waktu itu hidup dalam penderitaan dan kesusahan. Dengan tegas surat I Petr. mengingatkan agar orang-orang Kristen tidak berkecil hati dalam penderitaan manakala mereka hidup benar dan karena nama Kristus. Jadi jangan sampai orang-orang Kristen menderita karena akibat mereka berbuat jahat (I Petr. 4:4-6).

Surat II Petr. ditujukan ”kepada mereka yang bersama-sama dengankami memperoleh iman” (II Petr. 1:1). Jadi surat ini ditujukan kepada semua orang Kristen. Menurut para ahli dari sudut gaya bahaya surat II Petr. ini sangat berbeda dengan surat I Petr. tetapi justru mempunyai kemiripan dengan surat Yudas! (bandingkan dengan II Petr. 2:2, 4, 6, 10, dan 13 dengan Yudas 1:4, 6, 7, 8, dan 12. Dari sudut isinya penulis II Petr. tiada jemu-jemunya untuk menasihat jemaat agar waspada terhadap ”nabi-nabi palsu” dan ”guru-guru palsu” (II Petr. 2:1). Mereka adalah orang-orang Kristen (II Petr. 2:20, 21) dan bergerak di dalam lingkungan jemaat (II Petr. 2:13), tetapi mereka sudah meninggalkan kebenaran dan tidak mengakui pemerintahan Allah (II Petr. 2:20) serta mereka menyukai hidup mesum (II Petr. 2:13, 14).

d. Surat-surat Yohanes
Surat I Yoh. Dimulai dengan pernyataan: ”Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup – itulah yang kami tuliskan kepada kamu” (I Yoh. 1:1). Pernyataan ini menegaskan untuk menjawab suatu problem yang berkembang pada waktu itu yaitu muncul pandangan doketisme. Dalam pandangan doketisme, Kristus sebagai manusia dan tubuhNya tidak diakui sungguh-sungguh ada. Jadi tubuh Kristus hanya dianggap hanya bersifat semu, sehingga Dia tidak sungguh-sungguh menderita waktu di salib dan tidak sungguh-sungguh mati. Dasar pemikiran ini disebabkan karena tubuh dianggap hina dan berdosa. Jadi di balik pemikiran doketisme terdapat ajaran gnostik. Itu sebabnya di Yoh. 4:2 berkata: ”Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Krists telah datang sebagai manusia berasal dari Allah”.

Surat II Yoh. bertujuan untuk mendorong jemaat bertekun dalam di dalam kasih dan pengakuan yang benar, serta menentang guru-guru sesat. Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia (II Yoh. 1:7). Mereka adalah para antikristus (II Yoh. 1:8).

Surat III Yoh. ditujukan kepada seorang bernama Gayus selaku seorang Penatua. Penulis III Yoh. memberi pujian karena dia berlaku baik dan penuh kasih. Untuk itu penulis III Yoh. menasihati Gayus agar tidak meniru Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka dan tidak mengakui wewenang penulis III Yoh. (III Yoh. 1:9, 11).

e. Surat Yudas:
Surat Yudas bertujuan agar jemaat tetap berjuang untuk mempertahankan iman. Sebab para penyesat telah menyusup dalam kehidupan jemaat, yang mana mereka menyalahgunakan kasih karunia Allah dengan melampiaskan hawa nafsu mereka dan menyangkal satu-satunya penguasa dan Tuhan, yaitu Yesus Kristus (Yud. 1:3-4). Jadi tampaknya jemaat dipengaruhi oleh kehidupan yang penuh dengan percabulan dan hawa nafsu seperti yang dilakukan orang-orang Sodom dan Gomora (Yud. 1:7).

9. Kitab Wahyu
Penerima kitab Wahyu adalah ketujuh jemaat di Asia Kecil yaitu Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia dan Laodikia. Makna dari ketujuh jemaat tersebut merupakan simbolisasi dari kehidupan jemaat yang am. Sebab dalam kitab Wahyu sering menggunakan simbol-simbol untuk mengungkapkan makna yang lebih dalam dari pada makna harafiah. Itu sebabnya gambaran tentang Kristus yang mulia dinyatakan dengan “seorang serupa Anak Manusia berada di tujuh kaki dian dari emas” (Why. 1:12), dan Dia memegang ketujuh bintang (Why. 1:16). Kristus menyebut diriNya sebagai Alpha dan Omega (Why. 1:8, 17-18) karena itu Dia yang memegang dan mengendalikan seluruh perjalanan sejarah manusia. Sebab Kristus adalah Anak Domba yang berhak menerima “gulungan kitab dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu” (Why. 5:7, 9, 12, 13). Pada akhir zaman, Anak Domba akan menjadi pemenang atas kuasa Iblis (Why. 19). Untuk itu jemaat dinasihati agar bertahan dan tabah sampai pada akhir hidup, sebab barangsiapa yang menang akan dianugerahi keselamatan dan hidup kekal dalam kerajaan sorga bersama dengan Kristus.

 
< Prev   Next >
Google
 

Statistics

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1889
mod_vvisit_counterYesterday3788
mod_vvisit_counterThis week24740
mod_vvisit_counterThis month82041
mod_vvisit_counterAll2883985

Login Form

Weblinks

Yohanes B.M.   (2630 hits)
Firman Hidup 50   (2528 hits)
Firman Hidup 55   (2494 hits)
Cyber GKI   (2270 hits)
The Meaning of Worship   (2173 hits)
TextWeek   (1965 hits)
Contact YBM   (1922 hits)
More...

Weblinks

Advertisement

www.YohanesBM.com
:: Yohanes B.M Berteologi ::