Latest Article

Artikel

Desert in my life (Reflection)

The desert is commonly understood meaning as a barren, hot, and there are no signs of life. But the desert can also be understood as a place away from the crowds, quiet, and a place to realize the limitations of human beings. Apart from being a quiet, effective media to realize the limitations of human beings, I also understand the ... Read More »

Prapaskah I: Ulasan Yesus Dibaptis dan Dicobai (Dibaptis dan Dicobai agar Siap Memberitakan Injil Kej. 9:8-17; Mzm. 25:1-10; 1Petr. 3:18-22; Mark. 1:9-15)

Pesan inti dari Minggu Prapaskah pertama adalah merefleksikan peristiwa pencobaan Yesus di padang gurun. Pesan Minggu Prapaskah 1 berkaitan dengan pesan Rabu Abu agar umat hidup dalam pembaruan hidup melalui kemurahan hati (bersedekah), berdoa, dan berpuasa. Ketiga aspek pembaruan hidup tersebut dilakukan dalam spiritualitas yang tersembunyi, yaitu spiritualitas yang didasari oleh motif batiniah yang tidak mencari perhatian dan pujian dari ... Read More »

Penjelasan Liturgi Minggu Gereja Kristen Indonesia

  A.  JEMAAT BERHIMPUN       (Jemaat duduk) SAAT TEDUH (Setelah saat teduh, dibunyikan bel 3x) Penjelasan: Saat teduh yang kemudian ditandai dengan bel 3x dilakukan setelah dilakukan doa di konsistorium. Setelah itu barulah pendeta, penatua, dan para pemimpin liturgi menuju pintu utama untuk melaksanakan prosesi.  (Jemaat berdiri) PROSESI MASUK DENGAN NYANYIAN PROSESI Penjelasan: Prosesi adalah perarakan atau iring-iringan masuknya umat untuk menghadap ... Read More »

Memahami Kristus melalui Sang Naga: Kontekstualisasi Injil di Tengah-tengah Budaya Cina-Indonesia

  Abstrak: Bagi orang Cina, simbol “Lung” atau Naga merupakan representasi dari jati-diri mereka. Naga dipahami sebagai yang ilahi untuk membawa kelimpahan, kemakmuran, dan berkat. Melalui spirit Naga, orang-orang Cina dimampukan mengatasi setiap halangan dan kesukaran untuk mencapai kesuksesan. Sebaliknya dalam pemahaman umat Israel, Naga dipahami sebagai representasi dari Iblis dan simbol dari kuasa kegelapan. Melalui paper ini kelompok akan ... Read More »

Kristus sebagai Yi (义)

Pengantar Stephen B. Bevans dalam bukunya yang berjudul Models of Contextual Theology menyatakan bahwa sesungguhnya tidak ada suatu “teologi”, yang ada hanyalah kontekstual teologi (Bevans 2002, 3). Bevans mengingatkan agar kita mendekati orang lain, kebudayaan lain, dan agama lain dengan bersedia menanggalkan “kasut” kita karena tempat yang hendak kita dekati itu adalah kudus. Kalau tidak, bisa saja kita malahan menginjak-injak ... Read More »

Paskah VII: Ulasan Tafsir Yohanes 17:20-26 dan Kisah Para Rasul 16:16-34

Pengantar                 Saat ini kita telah memasuki minggu Paskah VII, sehingga minggu depan selaku gereja Tuhan kita akan merayakan hari raya Pentakosta. Secara prinsipial teologis, selama minggu Paskah (Paskah I sampai VII) semua perikop bacaan dan khotbah berpusat kepada karya kebangkitan Kristus sebagaimana yang telah dialami oleh para murid. Tetapi perikop Injil di Minggu Paskah VII agak berbeda. Sebab The Revised ... Read More »

Ulasan Antara Dosa dan Kasih Karunia (Roma 6:1-14)

Pengantar Kata “dosa” dalam Roma 6 menggunakan istilah hamartia. Apa yang dimaksud dengan hamartia? Arti hamartia secara harafiah adalah kegagalan untuk mencapai sasaran walaupun seseorang telah mengerahkan seluruh usahanya yang terbaik. Keadaan dosa hamartia tersebut tercermin dalam Roma 7:19, yaitu: “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang ... Read More »

Paskah Subuh (Yesaya 65:17-25 ; Mazmur 118:1-2, 13-23; 1 Korintus 15:19-26; Lukas 24:1-12)

Dasar Pemikiran Sikap umat Kristen sering berada di antara dua sikap yang ekstrem, yaitu: menolak dan mencurigai semua upaya ilmu pengetahuan, atau sebaliknya: senantiasa menerima setiap kebenaran asalkan dengan label “ilmu pengetahuan.” Sikap umat yang menolak dan mencurigai semua upaya ilmu pengetahuan karena menganggap kebenaran Allah hanya dinyatakan dalam Kitab Suci (baca: Alkitab). Mereka menutup mata terhadap karya Allah yang ... Read More »

Kepemimpinan yang Diberkati (Yosua 3:7-17; Mazmur 107:1-7, 33-37; 1Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12)

Dasar Pemikiran Kepemimpinan yang diberkati Allah berbeda dengan kecenderungan pemimpin yang ingin membesarkan dirinya. Pemimpin yang membesarkan dirinya cenderung menjadikan dirinya sebagai pusat (kultus individu). Sebaliknya kepemimpinan yang namanya dibesarkan Allah adalah pemimpin yang bersandar penuh kepada anugerah Allah. Karena itu melalui peran dan kehidupannya, Allah berkenan hadir untuk menyatakan keselamatan dan penebusan-Nya di tengah-tengah umat. Sebab Allah yang hidup ... Read More »

Mengakhiri Tahun dengan Hati yang Paham untuk Menimbang (1Raja-raja 3:5-14;  Yohanes 8:12-19)

Dasar Pemikiran Kehidupan di dunia ini merupakan suatu ziarah. Setiap umat senantiasa berangkat dari suatu titik dan bergerak menuju suatu tujuan. Untuk itu setiap umat akan berhenti sejenak di setiap perhentian agar dapat melanjutkan ke perjalanan berikutnya. Di setiap perhentian itu umat akan mengevaluasi dan mencari hikmat dengan berbagai peristiwa perjalanan yang sudah dilaluinya agar dapat memperbaiki di perjalanan berikutnya. ... Read More »