Latest Article

Artikel

Paskah VII: Ulasan Tafsir Yohanes 17:20-26 dan Kisah Para Rasul 16:16-34

Pengantar                 Saat ini kita telah memasuki minggu Paskah VII, sehingga minggu depan selaku gereja Tuhan kita akan merayakan hari raya Pentakosta. Secara prinsipial teologis, selama minggu Paskah (Paskah I sampai VII) semua perikop bacaan dan khotbah berpusat kepada karya kebangkitan Kristus sebagaimana yang telah dialami oleh para murid. Tetapi perikop Injil di Minggu Paskah VII agak berbeda. Sebab The Revised ... Read More »

Ulasan Antara Dosa dan Kasih Karunia (Roma 6:1-14)

Pengantar Kata “dosa” dalam Roma 6 menggunakan istilah hamartia. Apa yang dimaksud dengan hamartia? Arti hamartia secara harafiah adalah kegagalan untuk mencapai sasaran walaupun seseorang telah mengerahkan seluruh usahanya yang terbaik. Keadaan dosa hamartia tersebut tercermin dalam Roma 7:19, yaitu: “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang ... Read More »

Paskah Subuh (Yesaya 65:17-25 ; Mazmur 118:1-2, 13-23; 1 Korintus 15:19-26; Lukas 24:1-12)

Dasar Pemikiran Sikap umat Kristen sering berada di antara dua sikap yang ekstrem, yaitu: menolak dan mencurigai semua upaya ilmu pengetahuan, atau sebaliknya: senantiasa menerima setiap kebenaran asalkan dengan label “ilmu pengetahuan.” Sikap umat yang menolak dan mencurigai semua upaya ilmu pengetahuan karena menganggap kebenaran Allah hanya dinyatakan dalam Kitab Suci (baca: Alkitab). Mereka menutup mata terhadap karya Allah yang ... Read More »

Kepemimpinan yang Diberkati (Yosua 3:7-17; Mazmur 107:1-7, 33-37; 1Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12)

Dasar Pemikiran Kepemimpinan yang diberkati Allah berbeda dengan kecenderungan pemimpin yang ingin membesarkan dirinya. Pemimpin yang membesarkan dirinya cenderung menjadikan dirinya sebagai pusat (kultus individu). Sebaliknya kepemimpinan yang namanya dibesarkan Allah adalah pemimpin yang bersandar penuh kepada anugerah Allah. Karena itu melalui peran dan kehidupannya, Allah berkenan hadir untuk menyatakan keselamatan dan penebusan-Nya di tengah-tengah umat. Sebab Allah yang hidup ... Read More »

Mengakhiri Tahun dengan Hati yang Paham untuk Menimbang (1Raja-raja 3:5-14;  Yohanes 8:12-19)

Dasar Pemikiran Kehidupan di dunia ini merupakan suatu ziarah. Setiap umat senantiasa berangkat dari suatu titik dan bergerak menuju suatu tujuan. Untuk itu setiap umat akan berhenti sejenak di setiap perhentian agar dapat melanjutkan ke perjalanan berikutnya. Di setiap perhentian itu umat akan mengevaluasi dan mencari hikmat dengan berbagai peristiwa perjalanan yang sudah dilaluinya agar dapat memperbaiki di perjalanan berikutnya. ... Read More »

Iman yang Membarui Mata-hati (1 Samuel 15:34-16:13; Mazmur 20; 2 Korintus 5:6-17; Markus 4:26-34)

Dasar Pemikiran Beberapa orang terpaksa menggunakan kacamata agar mampu melihat dengan jelas. Alat kacamata dibutuhkan untuk melihat khususnya bagi orang-orang yang bermasalah dengan penglihatan inderawi pada jarak dekat atau jarak jauh. Secara rohaniah, kita juga membutuhkan iman yang memiliki mata-hati sehingga mampu memandang, menilai, dan menafsirkan realitas kehidupan secara lebih utuh dan berkualitas. Namun sikap iman tidak secara otomatis mampu ... Read More »

Ulasan Wahyu 19:1-10

Pengantar Pada saat umat sedang mengalami aniaya dari para musuh, umat berseru dan berdoa kepada Allah untuk menolong dan menyelamatkan mereka. Umat terpanggil tidak membalas dendam namun menyerahkan kepada keadilan Allah, sebab pembalasan adalah hak Allah (Rm. 12:19). Pada saat yang telah ditentukan, Allah akan menyatakan keadilan-Nya. Ia bertindak menghukum para pelaku kejahatan dan melepaskan umat percaya yang tertindas. Kesaksian ... Read More »

Ulasan 2 Raja-Raja 4:8-37

Pengantar Keramahan yang kita alami dari seseorang dapat menjadi air sejuk di saat kita tidak dipedulikan oleh orang-orang di sekitar. Melalui keramahan, kita mengalami bahwa hidup kita berarti. Karena itu keramahan (hospitalitas) merupakan bagian yang esensial dalam kehidupan umat percaya. Tanpa keramahan mustahil kita dapat mewujudkan tali persaudaraan. Ibrani 13:2 berkata: “Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan ... Read More »

Minggu Trinitas (Yesaya 6:1-8; Mazmur 29; Roma 8:12-17; Yohanes 3:1-17)

Dasar Pemikiran  Saat ini gereja merayakan Minggu Trinitas yaitu satu minggu sesudah hari raya Pentakosta. Setelah itu gereja akan merayakan Masa Minggu Biasa. Dengan demikian Minggu Trinitas merupakan awal dari Masa Minggu Biasa. Seluruh perayaan pada Masa Minggu Trinitas sampai Minggu Kristus Raja diresapi oleh misteri dan keagungan Allah Trinitas yang menyatakan diri-Nya sebagai Bapa-Anak-Roh Kudus. Karena itu kehidupan umat ... Read More »

Jalan Baru dalam Pertobatan (Yesaya 43:16-21; Mazmur 126; Filipi 3:4-14; Yohanes 12:1-8)

Dasar Pemikiran Pembaruan hidup merupakan proses spiritualitas yang tidak boleh berhenti atau selesai. Pertobatan bukan sekadar peristiwa pembaruan yang merespons anugerah keselamatan Allah di masa lampau, namun juga di masa kini. Saat pertobatan berhenti, maka iman kita terputus sehingga tidak mampu menyambut karya Allah di masa kini. Iman seharusnya bergerak secara sinambung dari masa lampau ke masa kini dan menggapai ... Read More »