HOME arrow Refleksi Iman arrow Refleksi Iman 2011 arrow Berpegang Pada Firman Kehidupan (25 Januari 2011)
Berpegang Pada Firman Kehidupan (25 Januari 2011) PDF Print E-mail
Written by Yohanes B. M.   
Sunday, 23 January 2011

25 Januari 2011

Berpegang Pada Firman Kehidupan
Hak. 7:12-22; Fil. 2:12-18

“….sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan
yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
sambil berpegang pada firman kehidupan……” (Fil. 2:15-16).

 

                 Setiap orang tanpa terkecuali menjalani kehidupan ini dengan mempergunakan sistem nilai. Mereka melakukan pertimbangan dan keputusan berdasarkan nilai-nilai yang dihayatinya. Nilai-nilai tersebut dapat berhubungan erat dengan keagamaan, keyakinan, ekonomis, politis, sosial, prestige, dan sebagainya. Demikian pula halnya dengan kehidupan umat percaya.

Kita dipanggil untuk memegang nilai-nilai yang dinyatakan dalam firman Tuhan. Sebab di dalam firman Tuhan, kita mengimani nilai-nilai kebenaran ilahi. Yang mana nilai-nilai kebenaran ilahi mampu menyelamatkan dan memberi kepastian. Sebaliknya nilai-nilai “di luar firman Tuhan” bersifat relatif, berubah-ubah dan subyektif. Nilai-nilai “di luar firman Tuhan” tetap kita perlukan, tetapi harus selalu ditempatkan di bawah terang firman Tuhan. Jika kita menghendaki suatu kehidupan yang tidak bercela, maka kita harus berpegang pada firman Tuhan sebagai firman kehidupan (Fil. 2:15-16). Makna berpegang dalam konteks ini mengandung prinsip konsisten, ketaatan dan sikap yang kritis. Sikap konsisten berarti sama sekali tidak mengandung kontradiksi (pertentangan). Ketaatan berarti kita dengan rela  dan setia berpegang kepada firman kebenaran. Sikap kritis berarti kita berpikir dan bertindak berdasarkan anugerah iman dan hati-nurani yang suci.

 

                Sikap konsisten, taat dan kritis terhadap firman kebenaran kita akan teruji adalah saat kita menghadapi suatu situasi kritis. Sebab di saat kita mengalami krisis, kita akan memperlihatkan watak aslinya. Di saat kritis, kita tidak mungkin menyikapi dengan polesan kepribadian dan iman yang diajarkan. Sebaliknya kita akan memperlihatkan kepribadian kita yang sesungguhnya dan iman yang kita pikirkan serta rasakan. Di Hak. 7 menyaksikan bagaimana sikap Gideon ketika dia diserang oleh bangsa Midian dan Amalek. Jumlah tentara Midian dan Amalek begitu besar. Jumlahnya seperti belalang atau pasir di tepi laut. Namun di saat kritis itulah Gideon mendengar seseorang menerima penyataan Allah melalui mimpi. Dia bermimpi: “tampak sekeping roti jelai terguling masuk ke perkemahan orang Midian; setelah sampai ke kemah ini, dilanggarnyalah kemah ini, sehingga roboh, dan dibongkar-bangkirkannya, demikianlah kemah ini habis runtuh" (Hak. 7:13). Mimpi itu dimaknai oleh Gideon sebagai janji penyertaan Allah untuk menolong umat Israel. Allah akan mengalahkan serangan bangsa Midian dan Amalek melalui cara yang sederhana, tetapi mampu menghancurkan seluruh kekuatan mereka. Itu sebabnya Gideon berani menghadapi serangan tentara Midian dan Amalek dengan kekuatan tentara Israel yang tidak terlalu berarti. Terbukti, Gideon berhasil mengalahkan bangsa Midian dan Amalek. Sebab di antara mereka ternyata saling menyerang dan saling membunuh.

 

                Berpegang pada firman kehidupan berarti di saat yang paling berbahaya dan kemustahilan, kita bersedia mengandalkan pertolongan Allah dari pada kita mencari pertolongan manusia dan kekuatan diri sendiri. Sebab godaan manusiawi kita adalah cenderung bersandar kepada orang-orang yang kita anggap berpengaruh dan berkuasa. Selain itu kita juga tergoda menggunakan kemampuan dan kekuatan diri sendiri khususnya karena memiliki sesuatu yang dapat kita andalkan. Padahal seluruh andalan kita tersebut sangatlah rapuh. Siapapun sesama yang kita andalkan memiliki kepentingan diri, kelemahan,  dan keterbatasan tertentu. Demikian pula manakala kita bersandar kepada diri sendiri. Kepercayaan diri  kita akan bercampur dengan kesombongan, dan keyakinan iman kita akan bercampur dengan persepsi egoisme. Akibatnya upaya kita menyelesaikan suatu masalah dan krisis justru menghasilkan masalah dan krisis baru yang lebih besar. Namun tidaklah demikian, bilamana kita berpegang pada firman kehidupan. Mungkin kita tidak berhasil menyelesaikan masalah secara cepat, tetapi dijamin tepat. Mungkin kita tidak selalu berhasil menyelesaikan masalah atau krisis secara tuntas, tetapi dapat dipertanggung-jawabkan secara etis-moral. Yang pasti dalam menghadapi masalah atau krisis tersebut kita tidak kehilangan integritas dan reputasi sebagai umat percaya. Sebab kita tidak melakukannya dengan bersungut-sungut dan berbantah-bantahan  (Fil. 2:14).

 

                Berpegang pada firman kehidupan menunjuk sikap aktif umat percaya untuk setia kepada kebenaran Allah. Namun harus diingat pula bahwa kelangsungan hidup dan alam semesta ini terjadi karena ditopang oleh firman kehidupan. Di Ibr. 1:3 menyaksikan: “Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan”. Kristus yang adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah menopang seluruh hidup manusia dan alam semesta ini. Dengan kehendak dan anugerahNya, kita hidup. Jadi kita berpegang pada firman kehidupan yang bersumber kepada Kristus, sebab hidup kita ditopang oleh Kristus. Dengan demikian kita dapat berpegang kepada firman kehidupan karena dimampukan oleh anugerah Kristus yang telah menopang hidup kita dengan setia. Jika demikian, mengapa kita masih sering mencari penopang-penopang yang lain di luar Kristus? Namun jika kita menganggap telah ditopang oleh Kristus dan berpegang pada firman kehidupan, mengapa hidup kita tidak berbeda dengan anak-anak dunia ini?

 

Doa:

Tuhan Yesus, Engkaulah penopang seluruh hidup umat dan alam semesta ini. Berikanlah anugerahMu agar kami dimampukan untuk selalu berpegang pada firman kehidupanMu. Tanpa Engkau, maka kita tidak akan menemukan kebenaran yang menyelamatkan. Amin.

Pdt. Yohanes Bambang Mulyono
www.yohanesbm.com

Last Updated ( Sunday, 23 January 2011 )
 
< Prev   Next >
Google
 

Statistics

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday3648
mod_vvisit_counterYesterday5059
mod_vvisit_counterThis week14051
mod_vvisit_counterThis month71014
mod_vvisit_counterAll2641771

Login Form

Weblinks

Yohanes B.M.   (2586 hits)
Firman Hidup 50   (2479 hits)
Firman Hidup 55   (2450 hits)
Cyber GKI   (2234 hits)
The Meaning of Worship   (2069 hits)
TextWeek   (1944 hits)
Contact YBM   (1891 hits)
More...

Weblinks

Advertisement

www.YohanesBM.com
:: Yohanes B.M Berteologi ::